Wisata dan Ziarah ke Makam Syech Maulana Umar Mas'ud di Gresik

Liputan6.com, Jakarta - Berwisata tak melulu harus berkunjung ke mal dan ke tempat bermain. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu wisata.

Bila sudah bosan dengan kegiatan wisata yang "itu-itu saja", Anda perlu mencoba wisata makam. Biasanya, wisata makam dilakukan dengan mengunjungi makam seorang tokoh untuk berziarah. Selain itu, wisata makam juga dapat dilakukan untuk menengok kembali sejarah dari tokoh tersebut. 

Gresik, Jawa Timur adalah kota yang menyimpan banyak tujuan wisata. Di Gresik, ada banyak tujuan wisata makam. Salah satu makam yang dapat Anda kunjungi adalah Makam Syech Maulana Umar Mas'ud. 

Makam ini berlokasi di Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Syech Maulana Umar Mas'ud adalah salah satu sosok penting dalam penyebaran agama Islam di Gresik. 

Melansir informasi dalam disparbud.gresikkab.go.id,  Syech Maulana Umar Mas'ud  merupakan cucu dari Sunan Drajat dan Putra kedua dari Susuhunan Mojoagung. Syech Maulana Umar Mas'ud   memiliki nama asli Pangeran Perigi. 

Setibanya di Bawean, Maulana Umar Mas’ud tidak langsung menyebarkan agama Islam. Ia mengawalinya dengan pendekatan pada penduduk. Sifat Maulana Umar Mas’ud yang ramah membuat penduduk bersimpati dengannya.

Namun, Ia sempat dianggap sebagai musuh oleh Raja Babileono karena dianggap berusaha mempengaruhi penduduk Bawean, Gresik untuk masuk Islam dan meninggalkan kepercayaan animisme yang telah lama dianut.

Oleh sebab itu, Raja Babileono menantang adu kesaktian dengan Maulana Umar Mas’ud. Maulana Umar Mas’ud pun berhasil mengalahkannya. Setelah itu, Ia menggantikan posisi raja di kerajaan Bawean, juga menjadi mubaligh untuk mengajarkan dan menyiarkan ajaran Islam. 

Ketika menjadi raja, Maulana Umar Mas’ud memindahkan pusat pemerintahan dari dusun Sungairaja desa Lebak ke pusat Sangkapura. Pada 1630 M, Ia wafat dan dimakamkan di belakang Masjid Jami’ Sangkapura. 

Kini, Anda bisa berkunjung ke makam tokoh penting tersebut. Saat hendak masuk, terdapat tulisan nama dari Maulana Umar Mas’ud dan keterangan "Pengajar Islam Pertama di Bawean”.

(Kezia Priscilla - Mahasiswa UMN)

Mengenal Seni Tradisional Thungka dari Pulau Bawean Gresik

Banyuurip Mangrove Center (Foto: Dok Disparbud Gresik)

Sebelumnya, Pulau Bawean adalah salah satu lokasi wisata yang terkenal dari Kabupaten Gresik. Di pulau ini terdapat banyak tempat yang cocok untuk rekreasi. 

Berlibur ke Pulau Bawean, Gresik, Anda bisa melihat keindahan alam bawah laut di Pantai Pulau Cina. Selain itu, terdapat pula Danau Kastoba yang bisa dijadikan tempat untuk menghilangkan penat. Di sana Anda akan mendapatkan pemandangan danau luas dengan banyak pohon hijau mengitarinya. 

Selain populer dengan tempat wisatanya, Pulau Bawean juga memiliki tradisi budayanya sendiri yang menarik. Tradisi tersebut adalah Thungka lur.

Melansir dari disparbud.gresikkab.go.id, Thungka adalah seni pertunjukan musik tradisional Bawean, Gresik yang menggunakan ronjhengan dan ghentong (alu) sebagai alat pukulnya. Ronjhengan adalah lesung penumbuk padi berbentuk menyerupai perahu kecil.

Di Bawean, seni pertunjukan ini dikenal dengan Thungka lur. Permainan musik Thungka, dimainkan oleh sekelompok perempuan. Selain menjadi vokalis, mereka juga menjadi pemukul ronjhengan menggunakan alu.

Irama yang dimainkan menggambarkan suasana musim panen yang ditunggu-tunggu oleh petani. Sedangkan syairnya berisi puji-pujian tentang kebesaran Tuhan. Biasanya, Thungkka ditampilkan dalam upacara penyambutan maupun pengantin adat.

(Kezia Priscilla - Mahasiswa UMN)

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini