Wisata ke Malang, Jangan Lupa Mampir ke Masjid Tiban

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ragam potensi wisata di Malang Jawa Timur tak membuat pengunjung tak hentinya datang berlibur khususnya setiap akhir pekan.

Selain wisata alam, sejumlah potensi wisata di Malang masih banyak yang bisa didatangi. Salah satunya potensi wisata religi yang belakangan tengah ramai di dunia maya.

Sebuah masjid yang dikenal unik, berada di area pondok pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang bernama Masjid Tiban.

Masjid Tiban merupakan masjid yang sangat terkenal di Malang karena miliki gaya arsitektur khas Timur Tengah. Pengunjung yang datang akan merasa takjub ketika melihat keindahan bangunannya.

Selain kalian bisa melakukan ibadah sholat, kalian juga akan disajikan dengan menara-menara tinggi, kubah dalam berbagai warna.

Pastinya kalian tidak akan tahan untuk mengeluarkan gadget kalian untuk bisa mengabadikan dirinya berfoto disejumlah spot foto di Masjid Tiban Malang ini.

Bantah Mitos

Masjid Tiban di Malang (Sumbe: merdeka)
Masjid Tiban di Malang (Sumbe: merdeka)

Udara yang dingin dan sejuk membuat pengunjung betah dan ingin tinggal lebih lama di Malang. Apalagi dengan suasana masjid yang menarik seakan membuat pengunjung tak ingin pulang.

Konon, selain keindahan bangunannya, masjid ini juga sempat diwarnai mitos. Kabarnya, masjid yang berada di Kabupaten Malang ini dibangun oleh Jin.

Hal itu lantaran masyarakat sekitar tidak tahu proses pembangunan masjid yang tiba-tiba sudah berdiri megah tersebut. Namun, hal itu sudah dibantah oleh pengasuh pondok.

Pengasuh pondok setempat memastikan masjid ini dibangun tersebut murni dengan menggunakan tenaga manusia. Pengasuh pondok meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi bohong terkait Masjid Tiban ini.

Penulis: Devteo Mahardika Prakoso

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel