Wisata olahraga Indonesia diperkirakan tembus 1,3 triliun dolar AS

Fitri Supratiwi
·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan pasar wisata olahraga atau sport tourism Indonesia diperkirakan memiliki pertumbuhan hingga 1,3 triliun dolar AS atau sekitar Rp18.790 triliun.

"Pasar wisata olahraga Indonesia pertumbuhannya luar biasa 12,5 presen, incremental growth dari 2019 sampai 2024 kita perkirakan hampir 1.300 billion dollar atau 1,3 triliun USD," ujar Sandiaga, dalam Seminar Olahraga Nasional bertajuk "Kiprah BUMN Menuju Sukses Prestasi, Sport Tourism dan Tuan Rumah Olimpiade 2032," Rabu.

"Dan, juga akan terus meningkat momentumnya kalau kita lihat year on year atau tahun ke tahun meningkat secara sangat signifikan," dia melanjutkan.

Baca juga: DPRD dukung gagasan Menparekraf jadikan Mandalika "sport tourism"

Sandiaga mengatakan portofolio produk wisata Indonesia, yang menargetkan kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara, bertopang pada wisata bahari, renang, eco tourism, juga wisata petualangan, seperti hiking dan mendaki gunung.

Wisata olahraga, menurut Sandiaga, akan berdampak pada gaya hidup sehat pada masyarakat, juga perubahan pandangan terhadap Indonesia.

Kemenparekraf bahkan telah menyusun panduan untuk CHSE, penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

"Ini kita sudah susun panduannya untuk CHSE, bahwa kita tidak ingin sport olahraga ini atau wisata berbasis olahraga ini menjadi pemicu penularan COVID, kami sudah ada panduannya," kata Sandiaga.

Untuk mengembangkan wisata olahraga, Kemenparekraf tahun ini akan memulai transisi dan adaptasi dari live sport event menjadi virtual sport event dan hybrid.

Baca juga: TROI Foundation gelar simulasi wisata olahraga di tengah pandemi

"Kalau penularan COVID-19 ini bisa kita kendalikan, vaksinasi bisa kita tingkatkan, tracing bisa kita perluas, siap hybrid," kata Sandiaga.

"Dan, ini akan menjadi satu fenomena baru bahkan banyak kegiatan sport tourism bukan hanya secara fisik dibatasi 100, 150, tapi secara online akan banyak berkembang," dia menambahkan.

Menurut Sandiaga pariwisata berbasis olahraga akan menjadi pandemic winner, bahwa setelah pandemi ini masyarakat menyadari pariwisata berbasis alam terbuka berbasis olahraga justru lebih menarik wisatawan.

"Harapan saya dengan sport tourism bisa mendukung langkah kita tuan rumah Olimpiade 2032," ujar Sandiaga.

Baca juga: Menpora lihat potensi Kepri jadi destinasi wisata olahraga terkemuka
Baca juga: Sragen kembangkan wisata olahraga untuk dongkrak kunjungan