Wisata Setigi Gresik Bakal Punya Wahana Bukan Kapal Nuh, Seperti Apa?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Desa Sekapuk Gresik yang juga inisiator Wisata Setigi, Abdul Halim berencana membangun wahana Bukan Kapal Nuh (BKN)di lokasi wisata sebagai upaya edukasi.

Abdul Halim yang juga mantan nahkoda kapal selama 12 tahun ini menyatakan, kapal kargo lebih besar dan beberapa bagian bisa menjadi pembelajaran. Tempat ini nantinya akan dinamakan Bukan Kapal Nuh.

"Kami juga merencanakan penginapan yang akan dibangun di BKN ini sehingga akan lebih eksklusif. Selama ini banyak pengunjung Setigi yang kesulitan mendapat penginapan di sekitar sini. Kami mohon dukungannya," katanya, Jumat (21/5/2021) dikutip dari TimesIndonesia.

Rencana pembangunan ini, untuk menambah daya tarik dan pesona Wisata Setigi yang sudah viral. Bahkan dalam situasi pandemi, wisata ini bisa bertahan dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat.

Menurut Abdul Halim, sebagai bentuk upaya memutus penyebaran covid 19. Wisatanya mengikuti instruksi pemerintah dengan menutup sementara selama dua hari pada Lebaran kemarin.

"Daripada timbul klaster baru, maka kami mendukung pemerintah ketika kami diimbau untuk menutup tempat wisata ini selama dua hari, yang notabene justru saat dua hari ini adalah masa panen bagi pengelola tempat wisata,” tegasnya.

Hilang Rp 200 Juta

Kalau dibilang rugi, dia mengakui hal ini memang ada potensi yang hilang sekitar Rp 200 juta lebih selama dua hari ini. Selama libur, seluruh karyawan melakukan kerja bakti pembersihan dan sterilisasi pada lokasi wisata tersebut.

"Kami mengerahkan seluruh karyawan untuk bersih bersih, selain itu para karyawan ini juga memberikan sosialisasi kepada pengunjung yang terlanjur datang. Para pengunjung juga banyak yang kecewa, namun setelah diberi pengertian mereka maklum,” tambahnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel