Wisatawan di Malioboro Melonjak, Prokes Jangan Sampai Kendor

Hardani Triyoga, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVAWisatawan di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan jumlah di libur peringatan Isra Miraj, Kamis 11 Maret 2021. Berdasarkan pantauan, wisatawan terlihat memadati kawasan Malioboro sejak Kamis sore.

Menanggapi lonjakan wisatawan ini, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Rini Hapsari pun angkat bicara. Dia menilai jika kedatangan wisatawan ini membawa berkah pada pedagang kaki lima (PKL), tukang parkir maupun pelaku usaha lain di Malioboro.

"Alhamdulillah, saya lihat tadi Malioboro ramai. Tentunya senang ya, di satu sisi, karena teman-teman PKL, restoran, hotel dan pelaku pariwisata pasti bersyukur, karena para wisatawan berdatangan," kata Rini, Kamis, 11 Maret 2021.

Meski demikian, Rini menilai protokol kesehatan (prokes)bagi wisatawan yang masuk ke Malioboro harus tetap diterapkan. Rini juga menjabarkan bahwa dalam pengawasan prokes pada wisatawan, apabila hanya dilakukan oleh Jogoboro (petugas penjaga Malioboro) dan Satpol PP akan kewalahan.

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan dari pengamatannya di Malioboro masih ditemukan sejumlah wisatawan yang tak memakai masker. Guna mengantisipasi kondisi tersebut, Rini menyarankan ke Pemkot Yogyakarta agar melibatkan semua pihak di Malioboro termasuk PKL hingga juru parkir.

"Kalau pedagang lihat begitu di Malioboro, ya tanyakan, 'maskernya mana?'. Kalau mau beli tidak pakai masker, jangan diterima. Saling menjaga lah. Makanya, libatkan pedagang untuk ikut serta mendisiplinkan protokol kesehatan," ungkap Rini.

Dia meminta Pemkot Yogyakarta aktuf turun tangan yang salah satunya membekali pedagang dengan masker.

"Masker itu kemudian dikasihkan ke setiap pengunjung yang belum pakai masker. Jadi, pengawasan prokes bisa tetap dijalankan," tutur Rini.