Wisatawan Dianggap Bandel, Pantai Sepanjang Malang Selatan Ditutup

Dusep Malik, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kabupaten Malang memutuskan menutup kawasan wisata pantai yang terbentang panjang di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS). Keputusan ini tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang yang bernomor 556/566/35.07.108/2020.

Keputusan penutupan wisata pantai di Kawasan Malang Selatan karena banyak pengelola wisata pantai tidak menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan COVID-19. Sementara wisatawan atau pengunjung juga bandel, mayoritas tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengungkapkan pihaknya banyak menerima laporan tentang pelanggaran penerapan protokol COVID-19. Laporan di lapangan dilakukan mulai dari Camat, Kepala Desa hingga masyarakat sekitar pesisir pantai selatan.

"Kebanyakan yang masuk ke pantai itu tidak menggunakan SOP. Ketika dicek ke lapangan memang benar banyak wisatawan yang memaksa masuk ke lokasi-lokasi pantai tanpa SOP, akhirnya disepakati untuk menutup," kata Made, dikutip Rabu, 15 Juli 2020.

Made mengatakan, penutupan ini akan terus dilakukan sampai pengelola wisata pantai siap dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19. Nantinya, pengelola wisata pantai akan mengajukan izin pembukaan kembali kepada, Bupati Malang. Selanjutnya akan dicek kesiapan SOP protokol kesehatan bila sesuai aturan diperbolehkan kembali buka.

“Kami menunggu mereka mengajukan izin ke Bupati dan Kodim 0818 Malang. Kemudian kami cek bersama, kalau sudah sesuai SOP silakan buka. Supaya tidak ada klaster baru. Malang kan masih zona merah,” ujar Made.

Made mengatakan sebenarnya protokol kesehatan yang dimaksud sama dengan umumnya. Pengelola dan pedagang di kawasan pantai wajib bermasker dan menggunakan face shield, menyediakan tempat cuci tangan, mengukur suhu tubuh pengunjung dan memperhatikan jarak interaksi pengunjung.

"Nanti kami izinkan buka asalkan semua sudah sesuai dengan SOP yang ditentukan. Kami menunggu mereka menyiapkan SOP-nya. Setelah itu kalau sesuai, sudah bisa buka lagi," tutur Made.