Wisatawan lokal padati Lagoi jelang Ramadhan

Suharto
·Bacaan 1 menit

Wisatawan lokal memadati kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dua hari menjelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi, Minggu (11/4).

Sebelum masuk ke kawasan itu, para pengunjung diwajibkan menjalani scan barcode dengan menggunakan handphone android dengan tujuan memantau pergerakan wisatawan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Seperti biasa, pengunjung juga diharuskan mengenakan masker dan melakukan pengukuran suhu tubuh.

"Kami pun diminta menunjukkan KTP, sebelum diizinkan masuk oleh petugas Satpam Lagoi," kata Rio, seorang warga Kijang, Bintan.

Sebagai wisatawan lokal, Rio menyambut baik upaya manajemen Lagoi guna mencegah penularan COVID-19, melalui penerapan protokol kesehatan ketat di pintu masuk kedatangan.

Apalagi kawasan wisata eksklusif yang terkenal di berbagai negara itu sedang bersiap-siap untuk menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), setelah setahun lebih ditutup akibat pandemi COVID-19.

"Kita harap kondisi Lagoi seperti sebelum pandemi. Diramaikan oleh kunjungan wisman, di samping kunjungan wisatawan lokal," ujar Rio.

Berdasarkan pantauan, wisatawan lokal yang berkunjung ke Lagoi pada Minggu, didominasi warga Kota Tanjungpinang.

Mereka rata-rata datang berombongan, memboyong keluarga atau kerabat untuk sekedar menikmati liburan akhir pekan, ditambah momen menyambut bulan puasa yang jatuh pada Selasa 13 April 2021.

"Setahun sekali, jelang Ramadhan. Tak ada salahnya liburan bersama keluarga," kata Ansyari Idris, warga Tanjungpinang.

Warga Tanjungpinang lainnya Erna Susanti pun demikian. Dia bersama suami dan seorang anaknya berlibur ke Cassia Bintan di Lagoi, yang merupakan hotel apartemen dilengkapi kolam renang, lapangan golf, spa, dan pemandangan pantai indah nan menawan.

"Kami tidak menginap, cuma datang untuk berenang dan bermain di pantai," sebut Erna.
Baca juga: Lagoi dan Nongsa siap sambut wisatawan Singapura
Baca juga: Lagoi siap sambut wisman dengan Blue Pass COVID-19