Witan Sulaeman Tidak Didaftarkan Radnik Surdulica ke Liga Serbia

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Indonesia U-19, Witan Sulaeman, tidak didaftarkan oleh timnya, FK Radnik Surdulica untuk Serbian SuperLiga 2020/2021. Artinya, pemain berusia 19 tahun itu tidak akan bermain di Liga Serbia minimal hingga putaran pertama berakhir.

Witan Sulaeman terpaksa telat bergabung dengan Radnik Surdulica karena harus mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Dia baru tiba di Serbia pada akhir Oktober 2020.

Padahal, Serbian SuperLiga yang menjadi kasta teratas dalam piramida kompetisi di Serbia telah dimulai sejak 31 Juli 2020.

Nama Witan Sulaeman nihil dalam skuad Radnik Surdulica yang mengacu dari laman Serbian SuperLiga, superliga.rs. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah itu juga tidak didaftarkan ke tim utama merujuk situs klub, fk-radnik.com.

Radnik Surdulica mendaftarkan 26 nama untuk Serbian SuperLiga musim ini. Dari kuota empat pemain asing, armada Slavoljub Dordevic baru menggunakan dua di antaranya.

Terseok-seok di Zona Degradasi

Gelandang Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, merayakan gelar juara Piala AFF U-22 2019 setelah mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion National Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2). Indonesia menang 2-1 atas Thailand. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)
Gelandang Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, merayakan gelar juara Piala AFF U-22 2019 setelah mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion National Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2). Indonesia menang 2-1 atas Thailand. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Saat ini, Radnik Surdulica masih terseok-seok di zona degradasi. Tim berjulukan Southern Boys itu terdampar di peringkat ke-15 dari 20 tim.

Radnik Surdulica hanya mampu mendulang empat kemenangan dan dua seri dari 12 pertandingan. Di Serbian SuperLiga, lima tim terbawah akan turun kasta ke Serbian First League.

Adapun, Witan Sulaeman baru bergabung dengan Radnik Surdulica pada pertengahan musim lalu. Dia sempat tampil dalam dua pertandingan sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi COVID-19.

Video