WNA dinyatakan hilang di hutan Halmahera, dilaporkan selamat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara menyatakan sembilan orang dengan tujuh di antaranya warga negara asing (WNA) berasal dari Jerman yang dinyatakan hilang di hutan Halmahera, dilaporkan selamat.

"Sembilan warga yang sempat hilang kontak di hutan Halmahera, dua orang warga lokal bersama tujuh WNA saat ini berkomunikasi dengan pihak Basarnas," kata Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Barat Muhammad Ade Fabanyo ketika dihubungi di Ternate, Jumat

Berdasarkan laporan disampaikan Basarnas Ternate pada Rabu (16/11), katanya, ada sembilan warga yang hilang di hutan Halmahera, sedangkan seluruh personel BPBD telah disiapkan melakukan pencarian dengan Tim Basarnas Tobelo.

Pada Kamis (17/11), sekitar pukul 24.00 WIT, Basarnas Ternate melalui telepon seluler menyampaikan bahwa mereka sudah berkomunikasi dengan sembilan orang tersebut dan mendapatkan informasi bahwa mereka dalam kondisi sehat.

Sesuai laporan, tim Basarnas dari Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara sudah bergabung dengan tim SAR yang telah berada di sekitar kawasan Kao. Tetapi mereka telah balik ke Tobelo.

Baca juga: Tujuh WNA hilang di hutan Halmahera, Basarnas lakukan pencarian

Muhammad Ade mengakui tujuh WNA itu tidak hilang, akan tetapi mengalami kerusakan alat komunikasi sehingga membunyikan atau menyalakan tanda bahaya. Tanda bahaya itu ditangkap Basarnas, yang mana lokasinya diperkirakan sekitar Tokuoku, hutan Halmahera.

Dia menambahkan sembilan warga tidak hilang, tetapi mengalami kerusakan alat yang membuat mereka terjebak kurang lebih tiga hari. Mereka kemudian melepaskan sinyal kedaruratan yang menjadi tanda butuh bantuan. Basarnas Ternate menangkap sinyal itu dan menyampaikan ke BPBD.

Sebelumnya, Basarnas Ternate menerjunkan personel untuk melakukan pencarian sembilan orang yang dilaporkan hilang di hutan Halmahera pada Rabu (16/11), pukul 17.10 WIT.

Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman mengatakan sembilan orang yang sudah berhasil dihubungi melalui telepon itu, terdiri atas tujuh WNA dan dua warga lokal.

Berdasarkan laporan dari agen perjalanan lokal, sembilan orang itu melakukan ekspedisi di hutan Halmahera Barat. Pihak agen menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi.

Pihak BPBD dan Basarnas belum menyampaikan nama-nama korban, terutama tujuh WNA karena identitas mereka tidak disampaikan pemandu wisata ke Basarnas dan BPBD setempat.

Baca juga: Dua orang hilang di hutan, Basarnas Bengkulu lakukan pencarian
Baca juga: Basarnas hentikan pencarian petani hilang di hutan Mahalona Luwu Timur
Baca juga: BPBD Agam bantu cari 86 warga tersesat di hutan