WNI di Australia beri bantuan bagi korban banjir di Jakarta

MERDEKA.COM,

Sejumlah WNI yang tinggal di negara bagian Queensland, Australia memberikan bantuan kepada korban banjir di Jakarta. Bantuan diberikan dalam bentuk uang senilai AUD 3.060,60 atau setara dengan Rp 30,66 juta.

Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian warga Indonesia yang berada di Australia untuk meringankan para korban banjir. Bantuan tersebut kemudian dikirimkan melalui transfer rekening Posko Universitas Indonesia (UI) Peduli.

"Kegiatan amal ini berhasil terlaksana berkat dukungan dan kerja sama dari enam organisasi masyarakat Indonesia di Queensland," kata Koordinator 'Simpati Queensland untuk Jakarta', Ivan Steve Simon dalam rilisnya, Rabu (6/2).

Dana tersebut merupakan gabungan dari Perhimpunan Indonesia Queensland (PIQ), Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) dan Warga Kristen Indonesia (WKI) Brisbane, University of Queensland Indonesian Student Association (UQISA), Indonesian Student Association of Queensland University of Technology (ISAQ) dan Indonesian Student Association of Griffith University (ISAGU).

Penerimaan dana bantuan itu dimulai sejak pertengahan hingga ditutup pada Januari lalu. "Kami berharap dana ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu meringankan beban korban banjir di Jakarta dan sekitarnya," kata Ivan, yang kini berstatus sebagai mahasiswa program sarjana di Griffith University. 
 
Selain menerima transfer dana langsung dari donatur, para donatur 'Simpati Queensland untuk Jakarta' juga mengumpulkan dana cara lain, seperti melaksanakan pertandingan voli dan sepakbola amal, menggelar acara Salsa Dance Night, dan menaruh kotak amal di restoran-restoran yang menjual makanan Indonesia.
 
Dengan populasi 4,5 juta penduduk, Queensland, yang terletak di timur laut Australia, adalah negara bagian terpadat ke tiga di negeri kanguru. Saat ini terdapat ribuan warga Indonesia yang tinggal di negara bagian ini, termasuk mereka yang berstatus pelajar, permanent resident dan pemegang visa kerja. 
 
Seperti halnya penduduk Jakarta, mereka yang tinggal di Queensland sebenarnya juga tidak asing dengan fenomena banjir. Pada tahun 2011, puluhan ribu penduduk Brisbane terpaksa dievakuasi setelah Sungai Brisbane yang membelah ibukota negara bagian itu meluap dan merendam sebagian besar wilayah di sekitarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.