WNI Positif Virus Corona COVID-19 di Mesir Bertambah 8 Orang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kairo - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengumumkan bertambahnya kasus WNI yang terkena COVID-19 di luar negeri. Kasus dari Timur Tengah masih terus bertambah seperti yang terjadi di Mesir.

Pada Rabu (30/12/2020), ada tambahan kasus dari Italia, namun mayoritas berasal dari Timur Tengah: Mesir, Sudan, dan Yordania.

Mesir mencatat penambahan tertinggi, yaitu 8 kasus baru. Secara kumulatif ada 25 kasus di Mesir dengan rincian 15 sembuh dan 10 dirawat.

"Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 2.472: 1.714 sembuh, 164 meninggal dan 594 dalam perawatan," tulis akun @Kemlu_RI.

Ada penambahan yang cukup mencolok pada daftar hari ini. Italia memiliki 21 WNI sembuh dan 1 stabil, angka itu melonjak dari angka kemarin yang 5 sembuh dan 4 stabil. Pasien positif pun tampak tak terdata hingga sembuh.

Hal serupa terjadi di Sudan. Sehari sebelumnya, ada 12 WNI dirawat dan 6 sembuh. Kini, jumlahnya ada 21 WNI sembuh dari COVID-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Peta Penyebaran

Para pekerja terlihat di lokasi pembangunan Museum Besar Mesir di Giza, 25 Agustus 2020. Mesir telah menerima 126.000 wisatawan sejak negara itu membuka kembali resor tepi lautnya untuk penerbangan internasional dan turis mancanegara pada 1 Juli, setelah ditutup akibat COVID-19. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Para pekerja terlihat di lokasi pembangunan Museum Besar Mesir di Giza, 25 Agustus 2020. Mesir telah menerima 126.000 wisatawan sejak negara itu membuka kembali resor tepi lautnya untuk penerbangan internasional dan turis mancanegara pada 1 Juli, setelah ditutup akibat COVID-19. (Xinhua/Ahmed Gomaa)

Berikut peta sebaran WNI yang terkena COVID-19 di luar negeri per Rabu (30/12/2020:

Ada Mutasi Baru dari Afrika Selatan

Seorang penggali makam menyiapkan kuburan baru di Pemakaman Motherwell di Port Elizabeth, Afrika Selatan pada 4 Desember 2020. Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize pada Rabu (9/12/2020) mengumumkan negara itu sekarang sedang mengalami gelombang kedua Covid-19. (AP Photo/Theo Jeftha)
Seorang penggali makam menyiapkan kuburan baru di Pemakaman Motherwell di Port Elizabeth, Afrika Selatan pada 4 Desember 2020. Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize pada Rabu (9/12/2020) mengumumkan negara itu sekarang sedang mengalami gelombang kedua Covid-19. (AP Photo/Theo Jeftha)

Mutasi COVID-19 juga terjadi di Afrika Selatan. Varian bernama 501.V2 itu telah menyebar hingga Australia.

Dilaporkan ABC Australia, Rabu (30/12/2020), kasus itu ditemukan di Queensland pada seorang perempuan yang sedang karantina di hotel. Wanita itu tiba dari Afrika Selatan pada 22 Desember.

Otoritas kesehatan Australia pada Selasa 29 Desember mengumumkan bahwa perempuan itu terinfeksi varian baru COVID-19 dari Afrika Selatan. Ini adalah kasus pertama di Australia.

Penumpang lain yang satu pesawat dengannya kini sedang diawasi oleh otoritas kesehatan. Perempuan tersebut dirawat di Sunshine Coast University Hospital.

Chief Health Officer Queensland, Jeannette Young, berkata varian baru ini mengkhawatirkan karena dipercaya lebih menular ketimbang COVID-19 biasa.

Pakar virus Kirsty Short dari Universitas Queensland berkata varian baru ini perlu penelitian lebih lanjut, meski ia berkata virusnya memang lebih menular.

"Segala yang kami tahu tentang virusnya adalah masih sama, itu mungkin hanya sedikit lebih menular," ujarnya.

Infografis COVID-19:

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: