WNI Pulang dari Natuna, Ini Persiapan Pemprov Jabar Sambut 9 Warganya

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Jawa Barat melakukan pendampingan khusus bagi sembilan warganya dari Natuna, Kepulauan Riau usai dinyatakan negatif terpapar COVID-19. Teknisnya pendampingan itu dilakukan penjemputan dengan kendaran khusus.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kepulangan mereka bersama ratusan warga lainnya itu telah dipersiapkan sebelumnya. Ia mengatakan, otoritasnya menyambut gembira atas hasil negatif observasi COVID-19 di Natuna negatif.

“Warga negara Indonesia yang semuanya dinyatakan sehat. Kami sudah menyiapkan penjemputan dengan kendaraan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mengantar sembilan orang asal Jabar dari Jakarta ke rumah masing-masing,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Bandung, Sabtu (15/2/2020).

Kang Emil menambahkan, mereka diterbangkan dari Natuna ke Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta pada siang ini. Sementara, Pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan penjemputan di Bandara Halim Perdanakusuma, selanjutnya mengantar sembilan warganya itu ke daerah asalnya.

“Semoga semuanya lancar sampai tujuan. Kita doakan bersama pula Indonesia dijauhkan dari masalah ini,” sebut Kang Emil.

Jalur Darat

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendra menegaskan hal serupa. Otororitas tersebut menjadi leading sector bagi kepulangan sembilan warga Jawa Barat yang pulang dari Natuna.

Seluruh warga Jawa Barat tersebut akan langsung dijemput dengan menggunakan jalur darat. Setiap dinas yang berwenang di kabupaten dan kota akan bertanggung jawab penuh terhadap mereka.

"Tidak ada ceremony penjemputan atau penerimaan, tapi langsung kembali atau dijemput keluarga masing - masing," kata Dodo dalam pesan singkatnya.

Sedangkan penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti, usai kepulangan warga Jawa Barat tersebut, otoritasnya akan terus melakukan pemantauan mengantisipasi munculnya kembali gejala dari virus corona. Alasannya, kata Berli, karena kesembilan orang tersebut baru datang dari negara terpapar.

Berli menambahkan, sesampainya di Jawa Barat, mereka harus mengisi health alert card (HAC). Hal itu dilakukan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 425/Menkes/SK/IV/2007 mengenai pedoman penyelenggaraan karantina kesehatan di Kantor Pelabuhan (KKP).

"Jadi, akan dipantau terus oleh petugas (kesehatan) termasuk imigrasi. Dengan pesan juga, apabila ada keluhan yang dirasakan menyerupai gejala COVID-19 (virus corona) agar menghubungi fasilitas kesehatan terdekat,” kata Berli.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: