WO di All England, Gadis Turki Pernah Sabet Medali Emas di Palembang

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nasi sudah menjadi bubur, ungkapan itulah yang menggambarkan kondisi tim bulutangkis Indonesia dan Turki di BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021.

Pebulutangkis Indonesia dipaksa mundur oleh panitia penyelenggara All England dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Mereka diminta melakukan isolasi mandiri seperti yang disampaikan oleh National Health Service (NHS) Inggris.

Alasannya, rombongan Indonesia satu pesawat dengan seorang penumpang anonim yang dinyatakan positif COVID-19. Begitu juga dengan Turki yang ikut menerima konsekuensi dari NHS.

Pebulutangkis Turki itu adalah Neslihan Yigit. Ikut terseret, ternyata ia dikenal sebagai atlet yang gigih dan berprestasi. Ia pun harus menjalani isolasi.

Curhat Neslihan

Pada laga perdana, Neslihan melibas tunggal putri Prancis, Marie Batomene lewat rubbergame. Sayang, perjuangannya tersebut sudah tak berarti lagi.

Kecewa dengan BWF karena diminta mundur dari ajang bergengsi itu, Neslihan pun menuliskan curahan hati di instagram. Pada intinya dia mengecam pihak penyelenggara yang dianggap berlaku sangat tidak adil.

"Untuk turnamen All England, yang mana adalah ajang bulutangkis paling bergengsi di dunia, saya mempersiapkan diri dengan sangat baik dan menang di putaran pertama. Karena alasan yang di luar kendali saya, kemudian saya di keluarkan dan juga tidak bisa ikut dalam turnamen selanjutnya Orleans Masters pekan depan," tulis Neslihan.

"Saya merasa ini tidak adil. Namun semua pemain dan staf turnamen melakukan kontak selama 5 hari terakhir, mereka tetap lanjut. Sedangkan saya dan tim Indonesia harus diisolasi. Saya harap pandemi segera berakhir dan kita bisa bebas mengikuti turnamen secara adil," sambungnya.

Sabet Emas di Palembang

Seperti apa sepakterjang Neslihan? Dua edisi BWF World Tour Super 1000 Thailand Open telah berlangsung sepanjang Januari, ia pun mencuri perhatian.

Neslihan berhasil melaju hingga perempatfinal di Thailand Open II. Pebulutangkis berparas cantik ini menaklukkan Sabrina Jaquet (Swiss) dan Yvonne Li (Jerman).

Langkah Neslihan baru terhenti di perempatfinal saat bertemu maharatu bulutangkis dunia, Carolina Marin. Pemain 26 tahun ini takluk dua game langsung dari wakil Spanyol tersebut, 6-21 dan 15-21.

Neslihan juga pernah mencuri perhatian di ajang Islamic Solidarity Games 2013 yang berlangsung di Palembang, Indonesia. Kala itu, dia sukses menggondol medali emas di nomor tunggal putri dan perunggu di nomor beregu.

Selain itu, dia juga berhasil tampil di Olimpiade 2012 London. Dia tercatat sebagai pebulutangkis Turki pertama yang lolos ke Olimpiade.

Neslihan juga begitu dekat dengan sang Ibu. Demi mewujudkan mimpi lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 dia rutin berlatih dengan ditemani sang Ibu.

"Saya sedang mempersiapkan mimpi Tokyo 2020 saya dengan kekuatan yang saya dapatkan dari ibu saya dan latihan yang saya lakukan dengannya. Anda dapat memperkuat ketahanan tubuh, ketika kita menghabiskan banyak waktu di rumah, dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana ini bersama ibu, anak, atau orang yang Anda cintai di rumah," ungkap Neslihan yang menempati peringkat 30 dunia ini.