Wolff Komitmen Seumur Hidup dengan Tim Mercedes F1

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Sebagai bagian dari kesepakatan penambahan jumlah saham tersebut, Toto Wolff juga setuju untuk menjadi Prinsipal Tim Mercedes paling tidak untuk tiga tahun ke depan.

Jumat (18/12/2020) lalu, Mercedes mengumumkan restrukturisasi kepemilikan di tim F1 mereka dengan INEOS, perusahaan kimia raksasa Inggris, mengakuisisi sepertiga dari total saham.

Wolff juga menambah jumlah sahamnya, menyamai jumlah milik INEOS (sekira 33 persen). Sedangkan sisanya menjadi milik perusahaan induk Mercedes, Daimler. Wolff pun selain menjadi prinsipal tim juga akan menjabat CEO paling tidak sampai 2024.

Peran Wolff di Mercedes F1 tidak perlu diragukan lagi. Wolff kali pertama menjadi prinsipal tim di Mercedes pada 2013 dengan menggantikan Norbert Haug setelah mengawalinya sebagai CEO.

Tujuh gelar pembalap disabet Mercedes lewat Lewis Hamilton enam kali (2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020) dan satu dari Nico Rosberg (2016).

Saat merebut gelar pembalap itu pula Mercedes merebut gelar konstruktor sekaligus mematahkan rekor konstruktor beruntun terbanyak yang sebelumnya dipegang Ferrari, enam.

Baca Juga:

Hamilton Gembira Wolff Pimpin Mercedes hingga 2024 INEOS Akuisisi Saham Mercedes Formula 1

Beberapa waktu lalu, pria asal Austria itu merasa tugasnya di Mercedes sudah cukup. Wolff mengaku akan mengambil posisi di belakang layar, sebagai eksekutif misalnya, namun masih menunggu waktu yang tepat.

Seusai menambah jumlah sahamnya di Mercedes F1, Wolff hanya mau memimpin skuad Silver Arrow paling tidak sampai tiga tahun ke depan. Namun, Wolff merasa dirinya sudah menjadi bagian dari tim Mercedes F1 seumur hidup.

“Ada salah paham soal ini. Saya tidak hanya komitmen untuk tiga tahun tetapi seumur hidup,” kata Wolff saat disinggung mengenai posisinya yang tetap sebagai prinsipal tim setelah kesepakatan baru soal kepemilikan saham tersebut.

“Kami tiga shareholders yang memiliki perusahaan ini sekarang. Jadi, dengan rasa hormat, saya bisa saja menjadi prinsipal tim, CEO, kepala eksekutif, atau apa saja. Kapan saja. Namun, saya hanya mau melakukan itu untuk Mercedes.”

Hamilton mengaku sangat senang Wolff dipercaya kembali memimpin tim. Wolff dinilai mampu menciptakan budaya bagus di Mercedes F1 yang disebutnya sebagai kekuatan utama dari sukses mereka sejauh ini.

“Kami memiliki lingkungan (kerja) yang bagus dan menyenangkan meskipun pada saat yang sama kami juga kerap mengalami tekanan,” kata Wolff.

“Kami senang jika mampu memenuhi target. Saya kira, kami mampu menghidupkan nilai-nilai hari demi hari. Semua sebetulnya soal integritas, loyalitas, kebanggan, dan determinasi. Itulah kesimpulan kesuksesan Mercedes di F1 selama ini.”