Wolff Tegaskan Tiga Balapan Beruntun Butuh Pengorbanan Besar

Filip Cleeren
·Bacaan 2 menit

Triple-headers merupakan tiga balapan, yang digelar dalam tiga pekan beruntun, diperkenalkan pada 2018 lalu. Tapi, itu menuai banyak kritik dari seluruh tim karena tekanan yang diberikan kepada para staf.

Jika pada musim 2019, triple-headers dihapus, tahun ini terpaksa dilakukan karena pandemi Covid-19 yang membuat musim baru dimulai pada Juli lalu.

Untuk mendapatkan balapan yang sesuai dengan kontrak, Liberty Media selaku pemegang hak komersial harus memasukkan empat triple-headers ke dalam jadwal balap musim ini.

Terakhir, itu akan dilakukan pada pekan depan, dengan dua balapan di Bahrain dan kemudian di Abu Dhabi sebagai penutup.

Seluruh tim F1 menerima triple-headers sebagai kejahatan yang mesti dilakukan pada 2020, mengingat mereka berada dalam keadaan yang unik. Tetapi, beberapa petinggi tim tak ingin hal itu terulang di masa depan.

Pada Juli lalu, Prinsipal McLaren Andreas Seidl menegaskan bahwa triple-headers tidak bisa dijadikan standar baru dalam musim berikutnya.

Chase Carey, Chairman, Formula 1

Chase Carey, Chairman, Formula 1<span class="copyright">Steve Etherington / Motorsport Images</span>
Chase Carey, Chairman, Formula 1Steve Etherington / Motorsport Images

Steve Etherington / Motorsport Images

Sementara itu, CEO F1 Chase Carey mengatakan bahwa investor menginginkan 24 balapan pada tahun depan. Yang mana triple-headers bisa bertambah jika hal tersebut benar terjadi.

Prinsipal Haas Gunther Steiner memiliki pandangan yang sama dengan Wolff dan memperingatkan kepada Liberty Media agar benar-benar memikirkan rencana tahun depan.

"Ini akan sangat menguras tenaga banyak orang, tapi saya pikir untuk saat ini kami membutuhkannya. Tapi FOM harus melihatnya dengan bijaksana. Apakah itu sesuatu yang kami inginkan untuk jangka panjang, apakah banyaknya balapan ini berkelanjutan dan apakah tidak ada kebosanan bagi penonton."

Steiner menegaskan bahwa timnya juga akan berusaha menemukan solusi untuk mengantisipasi bertambahnya jadwal balap di masa depan.

"Di sisi kemanusiaan, kami harus membuat rencana yang membaut mereka tak terlalu bekerja keras," ujar Steiner.

"Kami telah membuat mereka bekerja keras, tapi kami harus memastikan tidak melakukannya setiap saat. Jika itu bisa membuat pendapatan kami lebih besar maka kami harus mendukung gagasan yang bisa membuat kelangsungan hidup kami berlanjut.

"Itu bagian dari rencana Formula 1. Kami akan mengetahuinya apakah itu hal yang tepat dalam beberapa tahun ke depan. Kami harus mencobanya dan berusaha menemukan beberapa solusi agar staf kami tak bekerja terlalu keras."