Wolff: Tidak Ada Kontrak Tiga Tahun

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Jumat (18/12/2020) kemarin, INEOS mengakuisisi saham Mercedes, yang saat ini terbagi menjadi tiga. Sebagai kesepakatan, Toto Wolff akan tetap menjadi prinsipal tim dan CEO selama tiga tahun ke depan.

Namun, kabar tersebut dibantah Wolff, sembari menyebut hal itu adalah kesalahpahaman. Saat ini, ia belum memiliki komitmen apa pun dengan Mercedes mulai tahun depan dan seterusnya.

“Kontrak tiga tahun adalah kesalahpahaman, saya tidak memiliki komitmen apa pun untuk tiga tahun ke depan. Saya memiliki komitmen pada diri sendiri untuk kehidupan saya,” kata Wolff.

“Kami adalah tiga mitra. Terlepas dari peran saya sebagai bos tim dan manajer tim balap, Mercedes adalah kehidupan saya.”

Mercedes dan Toto Wolff memang belum menemukan kata sepakat dalam kontrak baru. Hal itu pun berpengaruh pada kontrak Lewis Hamilton, yang masa depannya bergantung dengan bos tim.

Namun, keduanya diyakini bakal tetap memperkuat Mercedes tahun depan. Pasalnya, keduanya sama-sama memiliki tujuan memberikan kesuksesan lainnya untuk Mercedes.

Baca Juga:

Kontrak Hamilton Bisa Tertunda hingga Tes Pramusim F1 INEOS Akuisisi Saham Mercedes Formula 1 Lewis Hamilton Pembalap Terfavorit Bos-bos Tim F1

Hingga saat ini, Mercedes belum terkalahkan dalam era V6 turbo hibrida. Pabrikan Jerman itu juga diprediksi kembali menjadi juara dunia karena aturan pembekuan mesin membuat semua tim menggunakan mobil 2020.

“Saya bangga dengan tim ini. Ketika kami melakukan diskusi internal pada 2014, saya mengatakan memenangi titel juara dunia akan sangat menyenangkan,” kata Wolff.

“Tapi kepala desainer kami Aldo Costa mengatakan, ‘Kami tidak cukup ambisius di sini’. Sekarang, kami memiliki tujuh gelar juara dunia, itu sangat luar biasa.”

Isu hengkangnya Wolff sebenarnya sudah lama terdengar. Apalagi karena ia merupakan pemegang saham terbesar Aston Martin, pabrikan yang akan menjadi sponsor utama dan menggantikan Racing Point musim depan.

Pria asal Austria itu dikabarkan bakal mengambil peran sebagai petinggi atau bahkan menjadi pemimpin tim. Ditambah ia pernah mengatakan ingin merasakan tantangan yang berbeda di kejuaraan.

Tetapi, saat ini, Wolff sepenuhsnya memfokuskan pada Mercedes dan berusaha mencapai lebih banyak hal di masa mendatang.

“Kami menjalankan nilai-nilai kehidupan, seperti integritas, kesetiaan, kebanggaan, tekad. Kami bekerja di bawah tekanan tinggi, tetapi saat yang sama kami mencoba menciptakan lingkungan kerja yang membuat orang-orang nyaman bekerja di dalamnya,” ujarnya.

“Saya pikir, itu menjadi hal utama mengapa kami dapat menetapkan standar tinggi sejak 2014.”