WordStamp, Stempel Waktu Pelindung Konten dari Yogyakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Plagiarisme sangat merugikan pembuat konten yang sudah bersusah payah berkreasi. Pembuktian kepemilikan sebuah konten baik berupa foto, teks maupun artikel tentu menjadi begitu penting untuk menjaga hak pembuat konten.

Untuk itu, startup dari Yogyakarta, Trusti, meluncurkan plugin stempel waktu (time stamp) WordStamp. Plugin ini memungkinkan pembaca memverifikasi keutuhan dari setiap artikel. Stempel waktu bekerja dengan memberikan identitas (hashed) pada setiap artikel dan direkam kekal (permanently) di blockchain Vexanium.

Chief Executive Officer (CEO) Trusti, Damos Hanggara, menjelaskan stempel waktu memberikan sidik jari atau hash unik untuk versi terbaru dari konten yang telah ditambahkan ke blockchain. Ini memberikan bukti bahwa pemilik konten yang membuatnya, dan itu belum diedit atau dirusak.

Selain itu, situs web memiliki bukti waktu penerbitan yang dapat digunakan untuk potensi konflik hak cipta. Stempel waktu blockchain mampu meningkatkan transparansi dan keaslian konten, sekaligus memberikan sertifikat blockchain yang dapat diunduh sebagai bukti keberadaan.

Teknologi blockchain sendiri muncul untuk merevolusi cara informasi diproduksi dan disebarluaskan karena sifat ketelusuran, transparansi dan desentralisasi dari blockchain.

“Stempel waktu ini berfungsi dengan cara yang sederhana,” kata Damos.

Dia menjelaskan, pihaknya menggunakan proses hashing untuk membuat cap waktu yang kemudian disimpan dan didistribusikan ke dalam jaringan blockchain. Wordstamp menggunakan properti konten situs web seperti teks, judul, tanggal, kunci publik sebagai input untuk menciptakan sidik jari atau hash unik.

Stempel waktu seperti itu memungkinkan user membuktikan tanpa keraguan bahwa tidak mengubah ukuran konten, waktu, dari transaksi blockchain. Jika salah satu masukan ini berubah, hash juga akan berubah.

Bahkan jika, ada yang mengubah satu karakter, seperti koma, di konten seperti entri blog, hash akan berubah. “Anda dapat melihat stempel waktu sebagai akta kelahiran untuk suatu konten,” kata Damos.

Dengan stempel waktu hash unik dalam blockchain, dia menambahkan, kita dapat memproteksi dan membuktikan kepada orang-orang, bahwa kita tidak merusak informasi yang terkandung di dalamnya. Verifikasi konten ini juga bisa menyumbang langkah penanganan hoaks yang marak.

Damos mengharapkan WordStamp membawa angin segar yang dapat membantu para pembuat konten berjuang untuk menyingkirkan trust issue, plagiarisme, dan hoax dari internet dengan bantuan teknologi blockchain.

Di Indonesia, teknologi Trusti sudah digunakan oleh beberapa asosiasi, ritel dan media. Blockchainmedia.id menjadi media siber pertama yang secara serius menerapkan teknologi blockchain untuk urusan verifikasi konten.

“Sejak Blockchainmedia.id terbit perdana pada tahun 2018 kami juga kami mencari sejumlah piranti lunak yang cocok agar teknologi blockchain juga bisa diterapkan di media siber ini. Pilihan kami akhirnya jatuh pada plugin WordStamp besutan Trusti.id yang bertenaga blockchain Vexanium,” kata Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.