World Bank: Laporan IOEO dan IndoTask 2020 Bisa Kurangi Kemiskinan di 2045

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - World Bank Country Director for Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, laporan Diseminasi Indonesia's Occupational Employment Outlook 2020 (IOEO) dan Indonesia's Occupational Tasks and Skills 2020 (IndoTaSk) bisa membantu Indonesia mengurangi kemiskinan pada 2045.

“Studi-studi ini menawarkan beberapa wawasan untuk memandu perjalanan Indonesia dalam mencapai status berpenghasilan tinggi, menjadi masyarakat kelas menengah, dan mengurangi kemiskinan pada tahun 2045,” kata Kahkonen dalam Laporan Diseminasi IOEO dan IndoTask 2020, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, berinvestasi yang lebih baik dalam sumber daya manusia adalah meningkatkan daya saing SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Tentunya investasi di bidang SDM tidak asal begitu saja, melainkan harus mengikuti perkembangan dan permintaan tenaga kerja yang berubah dengan cepat. Dimana tren Besar Global dan guncangan jangka pendek seperti pandemi covid-19 saat ini mendorong perubahan dalam aktivitas ekonomi dan pekerjaan.

“Ini akan membutuhkan adaptasi cerdas di semua tingkatan. Di tingkat individu, tingkat Perusahaan, dan tingkat kebijakan,” kata Kahkonen.

Selain itu, informasi tentang permintaan tenaga kerja sangat penting untuk membangun Tenaga Kerja yang terampil dan kompetitif, dan untuk memungkinkan warga negara memaksimalkan investasi mereka dalam Pendidikan dan Pelatihan.

“Bukti global memberitahu kita bahwa memberikan informasi akan bermanfaat,” imbuhnya.

Dengan memilih bidang studi yang relevan akan meningkatkan tingkat Pendidikan, meningkatkan penempatan kerja, dan meningkatkan penghasilan dari waktu ke waktu, jika pemberi kerja dapat dengan cepat dan efisien menemukan pekerja dengan keterampilan yang relevan maka produktivitas perusahaan akan meningkat.

Pada akhirnya, informasi yang lebih baik tentang permintaan tenaga kerja dapat memperkuat daya saing jangka panjang bagi negara Indonesia.

Bantu Pemerintah

Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Lanjutnya, dari dua studi permintaan tenaga kerja yang World Bank luncurkan hari ini, bertujuan untuk membantu pemerintah menjawab pertanyaan dan jenis pekerjaan apa yang kemungkinan besar akan dibutuhkan di masa depan dan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

“Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini tidaklah mudah. Dalam tiga tahun terakhir, informasi, pekerjaan, dan keterampilan dikumpulkan untuk memperkirakan ke mana arah pekerjaan dalam jangka pendek, dan untuk memahami perusahaan keterampilan apa yang kita butuhkan untuk pekerjaan ini,” jelasnya.

Tentunya, informasi ini akan membantu siswa memutuskan apa yang akan dipelajari dan pekerja untuk memutuskan keterampilan selanjutnya yang akan diperoleh. Ini juga akan membantu pembuat kebijakan untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan.

“Saya berharap hikmah dari studi tersebut akan menginspirasi pemerintah untuk melanjutkan dan skill analisis serupa dan juga membantu pemerintah untuk mengembangkan informasi pasar kerja yang maju untuk Indonesia,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: