World Expo Dubai Buka Jalan Indonesia Perluas Perdagangan ke Kawasan Teluk

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Partisipasi Indonesia pada ajang internasional World Expo 2020 Dubai dinilai membuka potensi dan langkah strategi untuk memperluas perdagangan ke pasar nontradisional di kawasan teluk.

Sebagai informasi, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai telah resmi dibuka pada Jumat (1/10) dan akan berlangsung hingga 31 Maret 2022.

Pembukaan Paviliun Indonesia dilakukan secara langsung Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Minister of State for Foreign Trade Uni Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi dan didampingi Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis.

Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan kegiatan di lokasi yang strategis itu tersebut juga dapat bermanfaat untuk menarik investasi baru, baik dalam bidang pariwisata, maupun ekspor dan impor.

"Jadi bukan secara umum, tapi spesifik yang dijual investasi sektoral dan ekosistem regulasi yang mendukung investasi-investasi secara sektoral tersebut. Itu yang harusnya ditonjolkan didalam setiap expo," kata Direktur Center of Economic and Law Studies melansir Antara, Sabtu (2/10/2021).

Menurut dia, belajar dari pengalaman penyelenggaraan expo sebelumnya, baik atas inisiasi pemerintah maupun dunia usaha, yang terpenting adalah adanya daya saing yang ditonjolkan secara spesifik.

Dengan demikian, kata dia, pembukaan Paviliun Indonesia di World Expo 2020 Dubai dapat menyasar target investor yang memang tertarik dalam bidang tertentu, tidak hanya di tataran ide, tetapi juga dalam implementasi.

"Follow up atau tindak lanjut itu menjadi satu hal yang sangat penting pasca-expo. Lalu, penawaran dilakukan secara spesifik dan ada potensi kerja sama antar kedua negara bidang ekspor impor," katanya.

Menurut dia, kawasan Timur Tengah saat ini membutuhkan spare part otomotif, sayur-sayuran, furnitur olahan kayu, tekstil pakaian jadi sehingga banyak peluang untuk penetrasi ekspor.

Dalam kesempatan terpisah, Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan upaya untuk membuka pasar ekspor baru patut diapresiasi mengingat negara nontradisional belum mempunyai hubungan perdagangan dengan Indonesia secara intensif.

Selain itu, lanjut dia, letak geografis UAE sebagai kawasan yang strategis bisa menjadi hub perdagangan Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan sehingga akan mendorong pertumbuhan kerja sama ekonomi yang lebih institusional.

"Lewat FTA maupun CEPA, itu pasti akan mengintensifkan perdagangan. Yang jelas, perhitungan kami di awal negara-negara (non-tradisional) ini dikejar karena memperluas peluang ekspor," paparnya.

Titik Balik Hubungan Indonesia-Timur Tengah

Para pembawa bendera untuk negara-negara peserta masuk selama upacara pembukaan Dubai Expo 2020 di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 September 2021. Pembukaan Dubai Expo 2020 berlangsung mewah dengan menampilkan kembang api dan pertunjukan lampu untuk merayu dunia meski pandemi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Para pembawa bendera untuk negara-negara peserta masuk selama upacara pembukaan Dubai Expo 2020 di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 September 2021. Pembukaan Dubai Expo 2020 berlangsung mewah dengan menampilkan kembang api dan pertunjukan lampu untuk merayu dunia meski pandemi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Wakil Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan OKI Kadin Indonesia Mohamad Bawazeer memproyeksikan realisasi IUAE-CEPA, yang apabila terwujud, akan sangat positif bagi peningkatan kinerja perdagangan dan menjadi titik balik hubungan perdagangan Indonesia-Timur Tengah.

Ia mengatakan keberhasilan penjajakan dengan UAE akan menarik minat pelaku usaha di Qatar, Arab Saudi maupun negara kawasan teluk lainnya untuk bekerja sama dalam bidang perdagangan.

"Untuk itu, terobosan CEPA dapat menyelesaikan kendala ini. Karena didalamnya termasuk masalah halal dan lainnya. Jadi, kita harap tahun ini bisa ditandatangani," kata Bawazeer.

Sebagai informasi, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai telah resmi dibuka pada Jumat (1/10) dan akan berlangsung hingga 31 Maret 2022.

Pembukaan Paviliun Indonesia secara langsung dilakukan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Minister of State for Foreign Trade Uni Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi dan didampingi Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis.

Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 1.860 m2 dan luas bangunan sekitar 3.000 m2 terdiri dari tiga lantai dan terletak di zona Opportunity District dengan konsep Indonesia Emas 2045.

Pembukaan ini dimeriahkan dengan gelaran pertunjukan seni budaya, tari-tarian, dan lagu-lagu yang mewakili beragam daerah di Indonesia untuk mempromosikan pesona budaya Indonesia.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan bahwa Paviliun Indonesia akan menjadi rumah bersama bagi seluruh pengunjung yang berasal dari berbagai negara karena merupakan salah satu jendela untuk memperkenalkan ciri khas nasional.

Kekayaan dan ciri khas Indonesia salah satunya ditampilkan melalui sajian kuliner seperti sate ayam, bakso, hingga kopi-kopian asli dalam negeri sekaligus bumbu rempah-rempah yang berkontribusi terhadap volume perdagangan sejak dulu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel