World Expo Osaka 2025 Akan Digelar di Pulau Futuristik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tokyo - Jepang akan menjadi tuan rumah World Expo 2025. Acara yang digelar tiap lima tahun sekali ini sedang digelar di Dubai setelah tertunda akibat COVID-19. Selanjutnya, Jepang terpilih setelah bersaing dengan Rusia.

"Kita harus berkompetisi dari Rusia dan negara-negara lain, dan diipilih agar World Expo digelar di Jepang, di Osaka, pada 2025," ujar Director for International Exhibitions dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), Masafumi Sugano dalam virtual briefing, Jumat (5/11/2021).

Osaka adalah kota yang signifikan dalam sejarah dan ekonomi di Jepang setelah Tokyo dan Kyoto. Rencananya, "Expo 2025 Osaka Kansai" akan digelar pada 13 April - 13 Oktober 2025.

Jepang memilih tema utama Designing Future Society for Our Lives.

"Tema ini mengajak masing-masing dan setiap individu untuk memikirkan aspirasi dalam hidup mereka, memberdayakan mereka untuk mewujudkan potensi penuh, dan mendorong upaya dunia untuk menciptakan visi bersama untuk sebuah masyarakat berkelanjutan. Itulah temanya," ujarnya.

Lokasi dari World Expo 2025 berada di Pulau Yumeshima. Desain dari lokasi memiliki nuansa futuristik nan ramah lingkungan. Ada jalur berbentuk seperti ring yang bisa digunakan para pejalan kaki. Sugano berkata pembangunannya akan menggunakan material sustainable.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Artis dan Intelektual

Orang-orang berjalan melalui distrik hiburan Kabukicho yang terkenal di Tokyo pada malam pertama pencabutan status darurat virus corona oleh pemerintah Jepang, Jumat (1/10/2021). (AP hoto/Hiro Komae)
Orang-orang berjalan melalui distrik hiburan Kabukicho yang terkenal di Tokyo pada malam pertama pencabutan status darurat virus corona oleh pemerintah Jepang, Jumat (1/10/2021). (AP hoto/Hiro Komae)

Yang menarik dari Expo Osaka 2025 adalah keterlibatan para intelektual dan artis untuk menghidupkan paviliun-paviliun dengan tema berbeda.

"Akan ada paviliun spesifik untuk tiap tema. Mereka juga tidak hanya mendesain kontennya, tetapi mengorganisir perusahaan-perusahaan dan masyarakat sipil yang berbea-beda, dan para seniman yang akan berpartisipasi," jelas Sugano.

Ada paviliun Totality of Life yang akan dipimpin oleh direktur animasi Shoji Kawamori, lalu Embracing Lives yang akan diarahkan oleh sutradara Naomi Kawase. Musisi Yoichi Ochiai akan berkreasi di paviliun Forging Lives.

Ada pula profesor biologi Shinichi Fukuoka dari Universitas Aoyama Gakuin di paviliun Quest of Life, ahli matematika dan pianis Sachiko Nakajima di Invigorating Lives, dan Hiroaki Miyata dari Universitas Keio di paviliun Resonance of Lives.

Tema Kehidupan

Pengunjung berpakaian Kimono melihat bunga sakura yang mekar di taman Tokyo, Jepang, Jumat (23/3). Mekarnya sakura menjadi momen yang paling ditunggu oleh para turis asing di Jepang. (Foto AP/Eugene Hoshiko)
Pengunjung berpakaian Kimono melihat bunga sakura yang mekar di taman Tokyo, Jepang, Jumat (23/3). Mekarnya sakura menjadi momen yang paling ditunggu oleh para turis asing di Jepang. (Foto AP/Eugene Hoshiko)

Ada tiga sub-tema dalam Expo Osaka Kansai 2025. Pertama adalah Saving Lives yang berfokus pada melawan penyakit berbahaya dan memperpanjang harapan hidup.

Kedua, Empowering Lives yang mendukung pendidikan dan pekerjaan engan artificial intelligence dan robot. Ini juga untuk mendukung lifelong learning.

Ketiga adalah Connecting Lives. Tujuannya adalah mempromosikan pemahaman lintas budaya. Koneksi yang dibangun mulai dari level desa, kota, negara, hingga dunia.

Diperkirakan ada 28,2 juta orang yang berkunjung ke Expo Osaka 2025, termasuk 3,5 juta pengunjung dari luar negeri.

Selain itu, Pokemon terpilih menjadi Special Supporter dari ajang ini.

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang

Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Naruhito Kaisar Baru Jepang. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel