Wow! Makan Cuma Rp3 Ribu di Warung si Mbah

Syahdan Nurdin, alweebee
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mungkin teman teman tidak asing dengan warung-warung si Mbah yang jualan makan harganya gak masuk di akal. Sebenarnya, niat jualan gak sih? Kok murah sekali.

Fenomena ini masih sering kita temukan di desa-desa dan kampung-kampung. Karena saya orang Sunda yang kebetulan merantau kuliah di Jawa Tengah, saya mendapati itu hampir di setiap sudut kota. Bukan hanya di desa loh.

Pertama kali makan kita pasti disuguhi nasi dengan rames dan minum air teh manis. Sesuap demi sesuap nasi kita lahap. Menurut temanku, katanya rasa masakan si Mbah gak pernah berubah. Harga hanya naik beberapa rupiah saja. Si Mbah sudah lama jualan.

Aku paling dekat dengan Mbah Pur namanya. Meskipun sudah usia lanjut, ia tetap masih berjualan dan semangat memberikan yang terbaik untuk kami para mahasiswa. Bagi kami, makan di Mbah Pur sudah dirasa lebih dari cukup. Bukan hanya enak, tapi juga kenyang. Karena enak bagi mahasiswa itu nomor dua. Nomor satu pasti kenyang.

Nah ia juga seringkali menawarkan apabila mau tambah nasi juga boleh. Harganya tidak lantas berubah menjadi mahal. Enak sekali pokoknya. Makannya, kalau makan di rumah Mbah Pur, pasti rasanya seperti di rumah sendiri.

Kebetulan aku juga berjualan makanan. Ya sebagai pemasukan uang jajan mahasiswa. Tapi aku hitung betul dari mulai pemasukan hingga pengeluaran. Untung dan ruginya aku hitung dengan teliti. Nah aku juga kadang menghitung hitung, berapa si keuntungan per harinya si Mbah? Mungkin gak banyak. Sebenarnya si Mbah bukan cari untung.

Di usia yang sudah lanjut, biasanya para Mbah tetap berjualan bukan untuk cari untuk tapi mencari aktifitas. Kalau orang pesantren biasanya bilang cari berkah. Ya benar, aktifitas dikala lansia banyak dilakukan para Mbah agar tidak merasa sendiri atau tidak ada aktifitas atau bahkan sekadar mengisi waktu sehari hari. Hematku demikian.

Karena sudah tidak ada lagi orang yang perlu dibiayai si Mbah. Anak anaknya sudah pada menikah. Sudah berkeluarga dan punya kesibukan masing masing. Maka, mencari jawaban dari segala pertanyaan diatas, saya simpulkan bahwa si Mbah berjualan untuk mengisi waktu luang, beraktivitas, berbagi, cari berkah, dan yang terpenting agar mahasiswa seperti kami bisa makan dengan kenyang.