Wrangler: Makin Hemat Bahan Bakar dan Bertenaga

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Jeep Wrangler terbaru punya konsumsi BBM yang lebih irit tapi lebih bertenaga.

"Wrangler terbaru lebih irit 10 persen bahan bakar, tenaga lebih kuat 41 persen dan hasil akselerasi lebih cepat 3 detik untuk 0-100 km/jam dibandingkan pendahulunya," kata Ahmad Rieva Muchsin dari agen pemegang merek Chrysler Jeep, PT Garansindo Inter Global.

Ahmad mengemukakan, Wrangler baru memiliki lima transmisi percepatan otomatis sedangkan pendahulunya hanya empat percepatan.

Wrangler terbaru menggunakan mesin Pentastar V6 kapasitas 3,6 liter, DOHC dengan daya maksimum 285 hp (generasi sebelumnya 205 hp) dan torsi puncak 350 Nm.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, Wrangler terbaru menggunakan blok mesin alumunium sehingga kesalahan mekanis dan mesin panas dapat diatasi. Tipe pendahulunya menggunakan besi (cast iron).

Jeep juga melakukan perubahan pada pelumasan agar mesin bekerja maksimal dan penyempurnaan saluran buang agar emisi tidak ada yang tersisa di ruang bakar.

Jeep Wrangler  terdiri dari varian Wrangler Rubicon, Wrangler Sport dan Wrangler Sahara. Tiga pilihan warna yaitu Yellow Dozer, Orange Crush dan Black  Forest Green.

Fitur keamanan meliputi Electronic Stability Control (ESC), Hill Descent Control (HDC), Heavy Duty Brake dan Hill Assist Start (HAS) dan sembilan air bags.

Fitur-fitur lainnya trail rated artikulasi, manouver ability, water fording untuk memudahkan mobil melewati air tergenang seperti banjir dan fitur Sway Bar Disconnet membuat mobil stabil ketika melewati jalan berlubang.

Harga Jeep Wrangler dimulai dari Rp. 670 juta dan Wrangler Rubicon senilai Rp. 865 juta.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.