WRI Indonesia dukung percepatan aksi perbaikan kualitas udara Jakarta

Yayasan Institut Sumber Daya Dunia (WRI) Indonesia menyatakan dukungannya untuk mempercepat aksi perbaikan kualitas udara dan iklim di Jakarta dalam panel internasional Clean Air Catalyst yang berlangsung dalam gelaran COP27 di Sharm El-Sheikh, Mesir.

Country Director WRI Indonesia Tjokorda Nirarta Samadhi mengatakan pihaknya selama ini aktif berkolaborasi dengan Pemerintah DKI Jakarta melalui inisiatif Clean Air Catalyst untuk mendukung percepatan perbaikan kualitas udara khususnya di ibu kota negara Indonesia tersebut.

“Bersama kolaborator lainnya dalam inisiatif Clean Air Catalyst, kami mendapat dukungan dari Gubernur Jakarta sebelumnya, yaitu Anies Baswedan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi tantangan polusi udara di Jakarta," kata Nirarta dalam bincang media yang dipantau di Jakarta, Jumat.

"Kami berharap bahwa transisi Gubernur Jakarta yang sedang berlangsung saat ini tidak mengakibatkan tertundanya penandatanganan draf peraturan gubernur tentang strategi penanggulangan pencemaran udara,” imbuhnya.

Baca juga: Polusi udara menimbulkan dampak bagi kesehatan dan ekonomi

Baca juga: WRI sebut polusi udara erat kaitannya dengan iklim

Clean Air Catalyst (CAC) berfokus mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk membangun pemahaman bersama tentang akar penyebab polusi dan untuk mencari solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan, beririsan dengan sektor kesehatan, gender, dan iklim.

Sepanjang 2022, CAC telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mempertimbangkan memasukkan kesehatan lingkungan ke dalam agenda pemerintah dan memberikan sejumlah dukungan antara lain berupa pelatihan kepada hampir 350 petugas kesehatan masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan kuratif untuk meminimalkan dampak buruk polusi udara.

Menurut Nirarta, polutan partikulat penyebab polusi udara juga termasuk ke dalam polutan iklim yang menjadi motor dalam pemanasan global.

Dalam konteks Jakarta, data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sembilan dari 10 warga menghirup udara buruk, sehingga sangat berdampak terhadap aspek kesehatan serta turunnya produktivitas ekonomi ibu kota.

Panel internasional bertajuk Clean Air Catalyst: A Multi-level Approach to Accelerating Action on Air Pollution and Climate in Cities merupakan acara berdurasi 55 menit dalam rangkaian acara COP27 dengan menghadirkan panelis yang mewakili mitra global CAC.

Sesi itu menyoroti betapa kualitas udara dan aksi iklim bergantung pada kemampuan pemerintah dan organisasi lokal untuk memobilisasi sumber daya domestik dan keuangan eksternal. WRI Indonesia mewakili Jakarta, Indonesia, turut berpartisipasi aktif bersama dua kota percontohan lainnya yang tergabung dalam CAC, yakni Indore, India dan Nairobi, Kenya.

WRI memiliki kepentingan untuk membangun kepercayaan bahwa aksi kolektif global dapat memecahkan tantangan terbesar umat manusia saat ini, yaitu krisis iklim.

Pada COP27 yang berlangsung pada tanggal 6 sampai 18 November 2022, WRI secara global mendatangkan 100 orang praktisi, ahli, dan pembuat kebijakan untuk berpartisipasi dalam lebih dari 50 sesi untuk berkontribusi dalam percepatan aksi guna menghadapi krisis iklim.*

Baca juga: DKI bidik integrasi angkot untuk kendalikan polusi udara

Baca juga: Dinas LH DKI pasang sensor pantau kualitas udara