WSJ: Anak-anak di AS hadapi learning loss yang parah akibat COVID-19

Selama dua tahun, sekolah dan peneliti di Amerika Serikat (AS) berjuang keras menghadapi kemunduran dalam pembelajaran di era pandemi, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pelaksanaan kelas tatap muka, demikian dilaporkan oleh harian The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (6/9).

Data nasional menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar membaca pada awal pandemi memiliki tingkat kecakapan membaca terendah dalam kurun waktu sekitar 20 tahun.

Menurut Departemen Pendidikan AS, dari 2020 hingga 2022, rata-rata skor membaca yang diraih oleh anak-anak berusia sembilan tahun merosot lima poin, menjadi 215 dari 500 yang berpotensi diraih, menandai penurunan paling tajam sejak 1990.

Rata-rata skor untuk mata pelajaran matematika turun tujuh poin menjadi 234, penurunan signifikan pertama secara statistik dalam skor untuk mata pelajaran tersebut sejak penilaian tren jangka panjang dimulai pada tahun 1970-an
Rata-rata skor untuk mata pelajaran matematika turun tujuh poin menjadi 234, penurunan signifikan pertama secara statistik dalam skor untuk mata pelajaran tersebut sejak penilaian tren jangka panjang dimulai pada tahun 1970-an

Kemunduran dalam pembelajaran atau learning loss umumnya lebih buruk di sejumlah distrik yang menerapkan kelas jarak jauh lebih lama, dengan efek yang paling terlihat di distrik-distrik dengan angka kemiskinan tinggi, papar laporan itu.

Beberapa hal yang kemungkinan menjadi pemicunya adalah sebagian siswa tetap menjalani pembelajaran jarak jauh setelah kelas tatap muka dilanjutkan, wabah COVID-19 menyebabkan adanya karantina tambahan, dan rutinitas kelas terganggu oleh aturan jaga jarak sosial (social distancing).

Di saat beberapa siswa mulai mengejar ketertinggalan, dibutuhkan waktu rata-rata lima tahun atau lebih bagi siswa kelas empat saat ini untuk membaca dengan cakap kecuali jika laju tersebut dipercepat. Pada saat itu, bantuan federal yang berkaitan dengan pandemi untuk pendidikan senilai miliaran dolar AS diperkirakan sudah habis, sebut laporan itu mengutip pernyataan sejumlah peneliti. Selesai