Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak butuh keterlibatan semua pihak

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Lenny N. Rosalin mengatakan dalam upaya mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak perlu keterlibatan semua pihak di desa diantaranya para tokoh, ormas, relawan serta para perempuan dan anak.

"Pembangunan desa menuju Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak juga harus melibatkan semua pihak yang ada di desa mulai dari tokoh, organisasi, relawan dan tentunya perempuan dan anak itu sendiri," kata Lenny dalam acara Parallel Session Inclusive Economic Growth to Build Resilience: Rural Women and Women with Disability pada W20 4th Plenary Event, yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Women 20 (W20) merupakan salah satu engagement group pada Presidensi G20 Indonesia yang membentuk jaringan pemberdayaan perempuan untuk mendorong pengadopsian komitmen G20 dalam isu perempuan.

Menurut Lenny, desa harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya perempuan dan anak, memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi serta menyediakan sarana prasarana umum yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Kowani dorong perempuan di pedesaan dapat penguatan literasi digital

Baca juga: Komnas dorong pendataan penyandang disabilitas yang akurat

Dia mengatakan pelibatan perempuan dan anak dalam pembangunan DRPPA dapat memecahkan permasalahan perempuan dan anak di desa tersebut.

"Dengan melibatkan perempuan dan anak secara keseluruhan dalam pembangunan DRPPA, diharapkan berbagai persoalan seputar perempuan dan anak akibat sistem pembangunan yang selama ini tidak berpihak pada mereka, dapat terungkap," katanya.

Lenny mengatakan sebelum inisiatif Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak diluncurkan, hampir tidak ada perempuan yang terlibat dalam struktur pemerintahan desa.

"Sebelum inisiatif ini, hampir tidak ada di tingkat desa, di bawah struktur desa, tidak ada perempuan, tetapi sekarang banyak perempuan menjadi anggota struktur desa, badan permusyawaratan desa dan lembaga adat desa sehingga ada peningkatan besar," katanya.

Pihaknya berharap dengan keterlibatan perempuan dan anak di pemerintahan desa, suara dan usulan mereka dapat didengar untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak di desa tersebut.

Baca juga: Komnas Disabilitas: Perempuan disabilitas alami diskriminasi berlapis

Baca juga: Pertemuan keempat W20 bahas seputar advokasi perempuan perdesaan

Baca juga: W20 tingkatkan partisipasi perempuan dalam pengadaan barang dan jasa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel