Wujudkan Komitmen Peningkatan SDM Pertanian, Kementan Tingkatkan Mutu Pembelajaran Vokasi Pertanian

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengingatkan bahwa pertanian akan menjadi maju,mandiri dan modern apabila ditopang oleh SDM Pertanian yang andal.

SDM Pertanian andal akan terwujud melalui mesin pencetak SDM pertanian yaitu pendidikan vokasi. Seperti diketahui saat ini Kementan telah memiliki 7 (tujuh) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Tinggi Vokasi yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Malang, Medan, Yogyakarta Magelang,Gowa, Manokwari dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) di Serpong.

Kepala BPPSDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mendorong seluruh UPT Pendidikan Tinggi vokasi untuk melakukan standarisasi penjaminan mutu pendidikan pertanian, regenerasi dan pertumbuhan minat generasi muda pertanian, penyuluhan pertanian berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

“Kita terus mengupayakan peningkatan taraf pendidikan hingga level internasional, serta Pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, dan penguatan kelembangaan petani,” terangnya.

"Oleh karena itu, wajib bagi Polbangtan dan PEPI melakukan berbagai upaya guna dapat meningkakan standar mutu Pendidikan pertanian vokasi pertanian," tegas Dedi.

Permentan no. 11 tahun 2017 mengamanahkan seluruh lembaga pendidikan vokasi Kementan untuk menerapkan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP menginisiasi pertemuan Sistem Penjaminan Mutu Politeknik Kementan dengan menggandeng Politeknik Negeri Jember dan Universitas Bina Nusantara serta Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Bogor awal Juni 2021.

Peningkatan sistem penjaminan mutu ini sangat penting dilakukan, karena pendidikan vokasi menjadi kunci utama tercetaknya generasi milenial pertanian.

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa generasi milenial adalah generasi cerdas.

"Di tangan mereka, pertanian akan maju, mandiri dan modern serta akan menjadi negara Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," ungkap Dedi.

Surateno,Wakil Direktur I Politeknik Negeri Jember menyampaikan bahwa untuk memperkuat kualitas mutu pembelajaran dan penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian diperlukan adanya peningkatan pelaksanaan Audit Mutu Internal dengan dilengkapi dokumentasi/catatan mutu setiap tahapan dengan mengacu kepada siklus PPEP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan) Standar Pendidikan Tinggi. Efektifitas pelaksanaan Audit Mutu Internal mengacu kepada peraturan Permenristekdikti no 62 tahun 2016.

Sementara itu, dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Widyastuti menyampaikan informasi bahwa pada proses akreditasi program studi dan institusi, Politeknik Kementerian Pertanian hendaknya selalu melakukan pemantaudan dan evaluasi pada PPDIKTI dan SAPTO serta syarat ketentuan terkait perpanjangan akreditasi.

Dari Bina Nusantara Jakarta, Engkos Achmad Kuncoro,mengungkapkan bahwa terkait kebijakan Kemendibud Ristek mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta link dan match Pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri, Politeknik Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal, hendaknya melakukan pengkajian Kembali untuk standar sistem penjaminan mutu yang sudah ditetapkan.

Di sela acara Workshop, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa saat ini, dalam upaya penguatan penjaminan mutu, Pendidikan vokasi di bawah Kementan telah menerapkan penguatan kelembagaan dan Kerjasama Pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi mitra serta instansi pemerintah lain.

Beberapa bentuk Kerjasama antara lain terkait penyusunan kurikulum pembelajaran link dan match dengan dunia usaha dunia industri, menghadirkan dosen/tenaga pengajar yang berasal dari praktisi, industri dan pelaku usaha pertanian sukses, magang dosen, mahasiswa di industri serta pengembangan model pembelajaran teaching factory dan teaching farm bekerja sama dengan perusahaan sektor pertanian dan peternakan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel