Wujudkan Lingkungan Lebih Baik Kementerian ESDM Dukung Penggunaan Energi Bersih

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Untuk mendukung transisi energi kearah yang lebih bersih, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM berinisiatif untuk membentuk ASEAN Center of Excellence on Coal and Clean Coal Technology (CoE) yang akan berkantor di Puslitbang TekMira, Bandung. Program tersebut telah disepakati bersama oleh seluruh negara ASEAN dengan didahului dengan pilot project plants di Palimanan, Cirebon.

Hal tersebut dirumuskan pada pertemuan Virtual the 39th The Senior Officials Meeting on Energy (SOME) and its Associated Meetings. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana sebagai ASEAN Senior Official on Energy (SOE) Leader Indonesia menghadiri acara tersebut yang berlangsung tanggal pada 14-17 Juni 2021.

Pertemuan tersebut membahas beberapa hal capaian hingga tahun 2020 dan juga rencana kerjasama energi ASEAN tahun 2021, diantaranya:

  1. Hingga tahun 2018, ASEAN telah mencapai 13,9% bauran energi terbarukan dari total energi primer (dari target 23% tahun 2025), dan capaian 26,8% total kapasitas terpasang pembangkit energi terbarukan (dari target 35% tahun 2025). Untuk itu pemanfaatan energi terbarukan dalam kebijakan energi ASEAN perlu terus ditingkatkan;

  2. Target Efisiensi Energi dan Konservasi telah ditingkatkan secara signifikan dari capaian 21% tahun 2018 menjadi 32% pada tahun 2025, untuk itu diperlukan inovasi dan kerjasama ASEAN dengan mitra wicara sebagai upaya bersama;

  3. Inisiatif Indonesia untuk membentuk ASEAN Center of Excellence on Coal and Clean Coal Technology (CoE) yang akan berkantor di Puslitbang TekMira, Bandung dengan pilot project plants di Palimanan, Cirebon telah disepakati bersama oleh seluruh negara ASEAN;

  4. Indonesia sebagai Ketua ASEAN Energy Regulators’ Network (AERN) periode 2020-2021 sedang mendorong perluasan Multilateral Power Trade (MPT) di ASEAN. Volume perdagangan listrik multilateral MPT di ASEAN telah mencapai 24,97 GWh;

  5. Dalam kerjasama Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP), total interkoneksi gas pipeline adalah 3.673 km dan 8 Regasification Terminal/RGTs dengan kapasitas total 37,5 MTPA (status per September 2019). Di Indonesia, proyek Java FSRU dengan kargo LNG pertama pada bulan April 2021 akan komersial dalam waktu dekat.

Dalam kerangka ASEAN Power Grid (APG), Indonesia tengah mendorong percepatan potensi interkoneksi antara Indonesia–Malaysia (Sumatera–Malaka, dan Kalimantan Utara–Sabah) dan juga program menjajaki kesempatan interkoneksi Sumatera–Singapura.

Kedepan akan diselenggarakan pertemuan Special AMEM-METI Japan Consultation pada tanggal 21 Juni 2021. ASEAN SOE Leaders sebelumnya telah bertemu dengan SOE Leader Jepang pada pertemuan SOME-METI ke-22 tanggal 16 Juni 2021 untuk membahas draft Joint Ministerial Statement AMEM-METI, yang isinya memuat tentang inisiatif Jepang kepada ASEAN terkait transisi energi termasuk dukungan pembiayaan.

Sebagai tindak lanjut pertemuan SOME-38, nantinya akan diselenggarakan pertemuan virtual tingkat Menteri Energi ASEAN, yaitu the 39th ASEAN Minister on Energy Meeting (AMEM) and its Associated Meetings yang akan berlangsung secara virtual pada bulan September 2021.

Pertemuan ini dibuka dan dipimpin oleh Pengiran Jamra Weira bin Pengiran Haji Petra, Senior Official on Energy (SOE) Leader Brunei Darussalam didampingi oleh Victor Jona SOE Leader Kamboja sebagai Vice Chairman. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota ASEAN beserta koordinator focal pointSub-Sector Network (SSN) terkait, ASEAN Secretariat (ASEC), ASEAN Centre for Energy (ACE); dan ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) sebagai forum badan usaha kerja sama energi ASEAN dengan mitra wicara dan organisasi internasional. Perwakilan Indonesia hadir sebagai Virtual Observer terdiri dari perwakilan unit-unit utama KESDM, Setjen Dewan Energi Nasional (DEN), PT. PLN (Persero), PT. Pertamina (Persero), dan Kemenlu.

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Energi ASEAN akan mendeklarasikan the Joint Declaration of the ASEAN Energy Ministers on Energy Transitions and Energy Security. Deklarasi tersebut memuat komitmen bersama para Menteri Energi ASEAN untuk memperkuat kerjasama energi sebagai respon atas kedaruratan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi, melalui kebijakan dan program yang nyata di tingkat nasional, bilateral dan multilateral untuk ketahanan energi di ASEAN.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel