Wujudkan Pertanian Modern, Kementan Gelar Coaching Penyuluhan Pertanian PPPK 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan coaching penyuluhan pertanian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan tema penyuluh professional, berdaya saing dan berjiwa wirausaha siap tingkatkan produktivitas dan nilai tambah pertanian di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Senin (5/4/2021).

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Bustanul Arifin Caya, mengatakan bahwa coaching ini diikuti oleh 9.514 penyuluh pertanian ASN P3K.

“Kegiatan coaching penyuluhan pertanian ASN P3K ini diikuti 9.514 penyuluh pertanian ASN P3K. Dimana 200 orang peserta hadir secara offline di PPMKP Ciawi, Bogor ini, dan 9.314 peserta hadir secara online,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bustanul menyampaikan berkenaan progress P3K penyuluh Pertanian. Dimana sejumlah 11.590 usulan formasi yang diusulkan oleh Pemerintah daerah ke Kementerian PANRB, calon P3K penyuluh pertanian yang telah menerima SK lengkap dengan nomor induk P3K berjumlah 11.503 formasi.

“Sedangkan calon P3K yang sudah menerima surat pernyataan penerimaan tugas sejumlah 10.855 orang,” katanya.

Adapun tujuan dari kegiatan coaching ini dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) penyuluh pertanian PPPK, untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyuluh pertanian kepada petani dengan memanfaatkan teknologi modern.

“Sehingga akan diperoleh penyuluh pertanian yang tangguh, dan siap mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Bustanul.

Demikian materi yang diberikan pada coaching ini pertama, terkait bina sarana pelatihan pertanian bagi penyuluh; kedua, metode penyuluhan di era digital; ketiga terkait pelatihan media penyuluh berbasis aplikasi desain grafis.

Ketua MPR: Masa Depan Indonesia Ada di Desa dan Bertani

Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dok Kementan
Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dok Kementan

Sebelumnya, langkah yang dilakukan Walikota Salatiga dalam mengembangkan tanaman vanili dinilai Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo sebagai langkah strategis. Upaya mengangkat perekonomian rakyat karena masa depan Indonesia bukan lagi di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini, ada 5 negara yang akan terhindar dari krisis pangan dunia, diantaranya adalah Indonesia. Dan hanya 3 sektor yang bertahan bahkan tumbuh, salah satunya pertanian. Tadi, kata Pak Mentan, nilai ekspor pertanian sepanjang 2020 hampir mencapai Rp 500 triliun," ujar dia saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Pencanangan Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dan Kota Vanili di Pendopo Rumah Dinas Walikota Salatiga, Rabu (31/3/2021).

Bamsoet, begitu Ketua MPR akrab dipanggil, menjelaskan bahwa kota-kota besar tidak lagi akan menjanjikan karena aktivitas bisnis akan bergeser ke desa.

"Beberapa kawan kembali ke desa, bertani dan mengembangkan UMKM. Sekarang tumbuh dan berkembang lewat pasar online. Ini artinya, berbisnis itu mudah," katanya.

Kota Salatiga menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memiliki potensi untuk pengembangan vanili karena ada kesesuaian kondisi lahan dan agroklimat.

"Konsep pengembangan berbasis pekarangan, 10 tanaman vanili per kepala keluarga menjadi pilihan untuk memberdayakan masyarakat," kata Mentan.

Sebagai informasi, volume ekspor vanili Indonesia periode Januari-Desember 2020 sebesar 363,5 ton atau senilai Rp 873 miliar atau meningkat 28,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: