WWF Gelar Pertunjukan Kolosal

Jakarta (ANTARA) - WWF-Indonesia gelar pertunjukan kolosal musik dan teatrikal 21-23 Desember 2012 di Taman Ismail Marzuki dengan melibatkan lebih dari 200 penari, model, aktor dan aktris dari berbagai genre.

"Pagelaran kolosal ini merupakan hajatan yang pertama kali dilakukan oleh WWF di Indonesia dan bahkan di dunia, yang diinspirasi oleh kerja keras selama 50 tahun melakukan edukasi, konsultasi dan implementasi kebijakan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia," kata Direktur Marketing WWF-Indonesia Devy Suradji.yang dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pagelaran yang bertajuk "Golden Path of Love Persembahan Cinta untuk Bumi" ini dikemas berdasarkan naskah cerita yang merefleksikan perjalanan konservasi di Indonesia selama 50 tahun, dengan balutan musik, tari dan teater yang menggugah.

"Kami yakin bahwa misi pelestarian alam juga dapat dilakukan tidak hanya dengan terjun ke alam dan melakukan koservasi, tetapi juga dapat diekspresikan melalui seni sebagai media yang efektif untuk menginspirasi publik," ujar dia.

Cerita yang coba tuturkan melalui pagelaran ini seluruhnya bersumber dari fakta dan kenyataan yang ada di lapangan, serta kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Pagelaran tersebut berdurasi 120 menit dituangkan dalam 5 (lima) segmen penampilan, yang masing-masing segmen menampilkan penggalan musik, drama, tari, foto, film dan gelar busana.

"Setiap elemen pagelaran tampak seolah dikreasi secara sadar sebagai medium ekspresi cinta terhadap kekayaan alam dan budaya nusantara, baik dari busana yang dikenakan, tata panggung, musik yang dilantunkan dan bahasa yang dituturkan, seluruhnya bertemakan alam," ujar dia.

Kekolosalan pagelaran kental dirasakan pada sentuhan keahilan talenta-talenta terbaik di arena panggung pertunjukan tanah air. Produksi pagelaran secara kolaboratif dilahirkan oleh Rani Badri Kalianda sebagai sutradara, penulis naskah dan penata artistik, Viky Sianipar dan Didi AGP untuk aransemen dan ilustrasi musik.

Ratusan penari dan model akan mendukung penampilan sederat artis Ibukota Jakarta, seperti Rio Febrian, Edo Kondologit, Rama Widi, Inne Febriyanti, Prisia Nasution, Asty Ananta, Adinia Wirasti, Tio Pakusadewo, Ardina Wirasti, dan lain-lain.

Pagelaran selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 21, 22 dan 23 Desember 2012, dimana pertunjukan hari kedua dan ketiga akan dibuka untuk umum.

Seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan sepenuhnya bagi upaya konservasi WWF-Indonesia di 27 wilayah konservasi yang tersebar di seluruh Indonesia. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.