Xavi Berharap Duel Melawan Real Madrid Jadi Titik Balik Barcelona

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Barcelona masih terus berjuang mengembalikan kejayaannya. Performa Blaugrana belum stabil meski sudah melakukan berbagai cara, termasuk membawa pulang mantan pemainnya, Xavi Hernandez.

Pemain yang sempat menjadi kapten di tim asal Catalunya itu kini menjabat sebagai pelatih Barcelona. Xavi dipercaya menggantikan poisisi Ronald Koeman yang dipecat pada tahun lalu.

Xavi seperti dilansir dari AS berharap, El Clasico melawan Real Madrid di Supercopa de Espana, Kamis dini hari (13/1/2022) mampu menjadi titik balik kebangkitan pasukannya. Apalagi dalam laga ini, Blaugrana kembali akan diperkuat pemain-pemain andalannya, seperti Pedri dan Ansu Fati.

"Ini adalah kesempatan bagus untuk melihat di mana tim berada. Ini adalah ujian yang sangat penting bagi kami. Ini bisa menjadi titik balik," kata Xavi dalam jumpa pers jelang pertandingan.

"Pertama, itu membawa Anda ke final, dan kemudian kepercayaan yang diberikannya pada proyek itu luar biasa. Hanya dalam dua pertandingan Anda bisa memenangkan gelar," Xavi menambahkan.

Tertinggal dari Real Madrid

Pada menit ke-73 Barcelona kembali memperoleh peluang melalui Ansu Fati. Usai menerima umpan dari Sergino Dest, ia melepaskan tembakan yang masih melebar dari sasaran. (AP/Joan Monfort)
Pada menit ke-73 Barcelona kembali memperoleh peluang melalui Ansu Fati. Usai menerima umpan dari Sergino Dest, ia melepaskan tembakan yang masih melebar dari sasaran. (AP/Joan Monfort)

Barcelona dijadwalkan betemu musuh bebuyutannya, Real Madrid pada babak semifinal Piala Super Spanyol. Pertandingan akan berlangsung di King Fahd International Stadium, Riyadh, Arab Saudi.

Musim ini, perjalanan Real Madrid boleh dikatakan jauh lebih mulus dari Barcelona. Di ajang La Liga, Los Blancos masih cukup nyaman berada di puncak klasemen sementara La Liga dengan torehan 49 poin. Sementara Barcelona terpaut jauh 17 poin di urutan ke-6 dengan koleksi 32 poin.

Real Madrid di bawah asuhan Carlo Ancelotti juga berhasil menembus fase knock out Liga Champions. Sebaliknya, Barcelona justru tersingkir dan harus berjuang keras menembus babak 16 besar Liga Europa. Blaugrana harus melalui babak play off melawan Napoli untuk sampai fase knock out tersebut.

Bangkitkan Moral Pemain

Dalam situasi seperti ini, Xavi tentu perlu membangkitkan lagi kepercayaan diri pasukannya. Apalagi Barcelona belum pernah mengalahkan Real Madrid sejak terakhir kali menang 1-0 di Santiago Bernabeu, Maret 2019 lalu. Pada pertemuan terakhir, Oktober lalu, Barcelona kalah 1-2 di Camp Nou. Hasil ini kemudian berbuntut pada pemecatan Ronald Koeman sebagai pelatih Blaugrana.

"Kami harus meningkat, kami sedang membangun sebuah proyek dan itu membutuhkan waktu, tapi besok adalah ujian yang bagus," kata Xavi Hernandez. "Pedri, Ansu [Fati], Frenkie [de Jong], Ronald [Araujo] ...besok mereka akan sangat penting, dan di masa mendatang. Syukur mereka kembali."

Sementara mengenai Ferran Torres, Xavi berjanji akan menurunkannya bila administrasi pendaftaran pemain berusia 21 tahun itu bisa berjalan tepat waktu. Menurut Xavi, hal ini akan segera terwujud.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel