Xendit: Tren penggunaan "pay later" tumbuh 10 kali lipat di 2022

Perusahaan payment gateway dan teknologi keuangan Xendit Group merilis rangkuman tren pembayaran digital di Indonesia tahun 2022. Hasil temuan menunjukkan terjadi peningkatan volume pembayaran, termasuk pada fasilitas pay later yang tumbuh 10 kali lipat.

“Kami melihat bahwa selama beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan volume pada pembayaran digital," kata Co-Founder dan COO Xendit Group Tessa Wijaya melalui siaran pers, Kamis.

Sepanjang 2022, Xendit Group telah memproses lebih dari 200 juta transaksi pembayaran digital di Indonesia dengan nilai total volume transaksi mencapai lebih dari Rp300 triliun, naik 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Riset: Fintech industri yang alami pertumbuhan karyawan tercepat

Adapun jumlah merchants aktif yang dilayani Xendit Group saat ini mencapai 3.500 pelaku usaha yang terdiri dari Usaha Kecil dan Menengah (70 persen) dan perusahaan (30 persen).

Rangkuman "Tren Pembayaran Digital Indonesia 2022" yang dirilis Xendit Group menunjukkan bahwa fasilitas pay later semakin diminati sebab mengalami pertumbuhan 10 kali lipat dari tahun sebelumnya. Selain pay later, fasilitas lain juga turut mengalami peningkatan, yaitu kartu kredit (6 kali lipat) dan e-wallet (5 kali lipat).

Kemudian, temuan lain menunjukkan bahwa dari seluruh transaksi yang diproses Xendit Group, 36 persen di antaranya adalah transfer virtual account, menjadikannya sebagai metode pembayaran paling populer, diikuti e-wallet dan kartu kredit.

Xendit Group juga mencatat penggunaan QRIS terus meningkat, yakni lebih dari 20 juta transaksi dengan volume sekitar Rp2 triliun, meningkat 17,25 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Xendit Group juga mencatat bahwa sektor pariwisata mengalami pertumbuhan 181,4 persen, hiburan seperti gaming, tiket pertunjukan, dan tempat wisata tumbuh 132,5 persen, dan restoran tumbuh 68,4 persen.

Baca juga: Qasir gandeng Xendit bantu UMKM urus pembayaran digital lebih mudah

Sektor-sektor tersebut mengalami lonjakan transaksi di bulan November hingga Desember 2022, yang menunjukkan bahwa konsumen kembali membelanjakan uang untuk keperluan hiburan dan rekreasi pasca pandemi.

Sementara itu, sektor yang mencatatkan transaksi paling banyak adalah jasa (96 juta transaksi), layanan finansial (61,3 juta), dan produk digital seperti e-book dan voucher game (56 juta).

Melihat tingginya peningkatan volume pada pembayaran digital, Tessa mengatakan pihaknya berharap ke depannya akan semakin banyak pelaku bisnis yang memanfaatkannya agar perekonomian Indonesia bisa bangkit kembali.

"Xendit Group akan terus berinovasi dan berupaya mendukung pemerintah untuk mewujudkan literasi keuangan digital masyarakat, melalui berbagai kegiatan guna mendukung transformasi digital yang mulus dan lancar bagi merchant dan pelanggan kami,” imbuhnya.

Baca juga: Xendit dukung UNICEF galang dana pendidikan untuk anak-anak di Papua

Pada bulan November 2022, Xendit Group meluncurkan Aplikasi Nex yang dikembangkan oleh PT Nex Teknologi Digital (NTD) yang bekerja sama dengan PT BPR Xen.

Peluncuran aplikasi tersebut memperkuat komitmen Xendit Group untuk terus berinovasi dan membangun infrastruktur keuangan digital di Indonesia serta mendukung roadmap pemerintah untuk pengembangan industri.

Xendit Group juga berpartisipasi pada berbagai program multi-stakeholders, seperti penyelenggaraan Indonesia Fintech Summit (IFS) 2022 dan Bulan Fintech Nasional (BFN), serta bermitra dengan SMESCO, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Brightspot pada acara Xendit Pasar Nusa Dua ke-2 di ITDC Nusa Dua Bali.

Selain itu, Xendit Group juga berkolaborasi dengan BPJamsostek untuk menyediakan sistem payment gateway yang memudahkan pelanggan BPJamsostek untuk melakukan pembayaran berulang (recurring payment).

Selain akan terus berpartisipasi dalam program pemerintah, asosiasi, UMKM, mitra, dan acara nasional di Indonesia, pada tahun 2023 Xendit Group juga mengumumkan kehadirannya di Malaysia, guna mewujudkan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan infrastruktur pembayaran terdepan di Asia Tenggara.

Baca juga: Telkomsel luncurkan layanan PayLater

Baca juga: LinkAja kerja sama pengembangan paylater dengan BRI dan Pegadaian