Xendit Umumkan Pendanaan Seri C dengan Nilai Rp 2,1 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Xendit baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Seri-C senilai Rp 2,1 triliun. Dengan pendanaan yang diterima ini, Xendit kini menjadi startup unicorn terbaru di Indonesia.

Adapun putaran pendanaan kali ini dipimpin oleh Tiger Global Management dengan partisipasi dari investornya saat ini, yaitu Accel, Amasia, dan Goat Capital yang dimiliki oleh Justin Kan.

Melalui investasi terbaru, startup ini berencana terus melakukan inovasi di jajaran produknya yang bertujuan untuk mulai berekspansi ke negara-negara terpilih di Asia Tenggara.

"Infrastruktur pembayaran digital Xendit memungkinkan para pelaku usaha baru di kawasan Asia Tenggara menerima pembayaran dengan lebih cepat, dan mendukung para perusahaan besar dengan layanan finansial modern kelas dunia," tutur Founder dan CEO Xendit Moses Lo dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (17/9/2021).

Keputusan untuk merambah pasar Asia Tenggara tidak lepas dari solusi rancangan Xendit yang sangat terlokalisasi dengan beragaman kebutuhan pelanggan. karenanya, Xendit percaya diri dapat beradaptasi dengan cepat mengikuti dinamika Asia Tenggara.

"Xendit mencatatkan peningkatan total volume pembayaran lebih dari 200 persen Year-over-Year di Indonesia dan Filipina, melanjutkan rekam jejak kami yang tumbuh lebih dari 10% dari bulan-ke-bulan, sejak awal pendirian kami," tutur Co-Founder dan COO Xendit, Tessa Wijaya.

Sealin itu, menurut Tessa, dengan status baru sebagai startup unicorn dapat membantu memperkuat misi Xendit sejak awal, yakni menyediakan infrastruktur keuangan yang andal dan aman bagi jutaan perusahaan di seluruh Asia Tenggara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Fokus Tawarkan Solusi di Asia Tenggara

Xendit Founders (kiri-kanan) Juan Gonzalez, Tessa Wijaya, Moses Lo, and Bo Chen. (Ist.)
Xendit Founders (kiri-kanan) Juan Gonzalez, Tessa Wijaya, Moses Lo, and Bo Chen. (Ist.)

Xendit sendiri memang fokus untuk menyediakan solusi andal di kawasan Asia Tenggara. Setelah berhasil di Indonesia, Xendit telah masuk di pasar Filipina dan dalam kurun waktu satu tahun telah menjadi salah satu pemain pembayaran terbesar di negara tersebut.

"Infrastruktur pembayaran digital Xendit yang dirancang khusus untuk Asia Tenggara, kini menjadi standar baru untuk industri finansial di kawasan ini," tutur Partner Tiger Global Management, Alex Cook.

Sebelumnya, Xendit mengumumkan pendanaan Seri-B yang dipimpin oleh Accel pada Maret 2021. Secara keseluruhan, Xendit telah menggalang dana Rp 3,4 triliun sejak 2015.

Tidak hanya itu, Xendit juga merupakan startup teknologi Indonesia pertama yang berhasil lulus dari program inkubator YCombinator dan merupakan perusahaan Asia Tenggara terbaik dalam daftar YC Top 100.

Rencana Xendit Dukung Perkembangan UMKM

Melalui pendanaan ini, Xendit akan fokus untuk mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia dengan menyediakan berbagai fitur dan layanan yang dapat membantu mereka dapat mulai bertransaksi secara digital termasuk menerima pembayaran lebih cepat.

Xendit juga akan bekerja sama dengan berbagai inkubator dan akselerator, seperti yang telah dilakukan sebelumnya dengan Gerakan 1000 Startup oleh Kementerian Komunikasi dan Informatik serta Women In Tech Indonesia.

Lewat kolaborasi tersebut, perusahaan melakukan program-program sosialisasi dan edukasi untuk membantu usaha rintisan Indonesia melakukan digitalisasi bisnisnya.

Xendit juga terus meningkatkan layanan dengan menciptakan produk dan fitur untuk memberikan nilai tambah dalam mempermudah proses bisnis merchant Xendit, seperti sistem pencegahan penipuan, asuransi tolak bayar dan pinjaman modal bagi bisnis-bisnis pengguna.

(Dam/Ysl)

Infografis 4 Unicorn di Indonesia

Infografis 4 Unicorn di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Unicorn di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel