Xi gadang-gadangkan perekonomian China yang besar sebagai basis perdagangan bebas

·Bacaan 2 menit

Kuala Lumpur (AFP) - Presiden China Xi Jinping pada Kamis menyatakan China sebagai titik poros perdagangan bebas global dan berjanji menjaga ekonomi "berukuran super"-nya tetap terbuka dan memperingatkan bahaya proteksionisme dalam perekonomian global yang dihancurkan oleh pandemi Covid-19.

Didukung oleh penandatanganan pakta perdagangan terbesar di dunia akhir pekan lalu, Xi mengatakan Asia-Pasifik adalah "cikal bakal pendorong pertumbuhan global" di dunia yang dilanda "berbagai tantangan" termasuk virus corona.

Dia mengikrarkan "keterbukaan" perdagangan dan menyangkal segala kemungkinan "pemisahan" ekonomi China, dalam satu-satunya pernyataannya yang mengacu kepada kebijakan perdagangan bermusuhan dari pemerintahan AS Donald Trump yang telah menghantam China dengan tarif dan pembatasan teknologi.

Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang digelar online tahun ini karena pandemi virus corona, mempertemukan 21 negara di Lingkar Pasifik termasuk dua perekonomian terbesar dunia yang menyumbangkan sekitar 60 persen dari total PDB global.

Belum jelas benar apakah Trump yang terpukul atas kekalahan dalam pemilu melawan Joe Biden, akan mengambil bagian dalam KTT itu atau mengutus delegasi tingkat tinggi untuk menggantikan dia.

Dalam pidato yang mengarah pada kemenangan atas "ketahanan dan vitalitas" perekonomian China setelah bangkit dari virus yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, Xi memperingatkan negara-negara yang bersikeras mempertahankan hambatan perdagangan bakal menderita oleh luka yang ditimbulkan sendiri.

"Keterbukaan membuat sebuah negara bergerak maju, sebaliknya pengasingan memundurkan hal itu," kata dia.

"China akan secara aktif bekerja sama dengan semua negara, wilayah, dan perusahaan yang ingin melakukan keterbukaan. Kami akan terus memegang tinggi panji keterbukaan dan kerja sama."

Retorika keras yang membuat negara-negara mengernyitkan dahi di mana China telah membatasi perdagangan, memberlakukan blokade mendadak atau menggunakan ekonominya yang meraksasa sebagai daya tawar dalam permainan geopolitik yang lebih luas.

Di kawasan APEC, ekspor Australia termasuk daging sapi, anggur, dan jelai telah diganggu masuk ke pasar terbesarnya, seiring dengan kisruh diplomatik atas asal mula pandemi, selain juga keunikan hubungan dalam masalah mata-mata yang memperburuk hubungan di antara mereka.

Pertemuan APEC berlangsung satu pekan setelah China dan 14 negara Asia-Pasifik lainnya menandatangani kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP), yang mengecualikan AS, dipandang sebagai kudeta besar oleh China dan bukti lebih jauh bahwa Beijing sedang menetapkan agenda perdagangan global begitu Washington mundur.

Saingan RCEP adalah Kemitraan Trans-Pasifik yang diperjuangkan oleh mantan Barack Obama tetapi ditinggalkan oleh Trump dan pakta tersebut telah digantikan oleh sebuah alternatif yang sudah dipermudah yang tidak diikuti oleh Amerika Serikat.

Xi tidak memiliki kata-kata langsung untuk Presiden terpilih Biden pelantikannya tahun depan, walau masih diselimuti penolakan Trump dalam mengakui kalah pemilu, dipandang akan memberikan nuansa lebih pada perluasan kebijakan Washington terhadap China belakangan ini.

Biden sangat vokal terhadap catatan-catatan hak asasi manusia China, dari Muslim Uighur di wilayah Xinjiang sampai gerakan demokrasi Hong Kong.

Selain akan menunjukkan kehadiran yang lebih moderat di panggung global, para analis meyakini Biden akan mencari aliansi yang lebih dalam guna membendung teknologi China yang menurut AS menyediakan pintu belakang bagi Beijing, dan ketidakseimbangan perdagangan.