Xiaomi Masuk Peringkat ke-70 dalam Daftar 100 Merek Global Paling Bernilai

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi mengumumkan keberhasilannya meraih peringkat ke-70 dalam daftar Top 100 Most Valuable Global Brands 2021 dari Kantar BrandZ. Mengutip keterangan resmi Xiaomi yang diterima Liputan6.com, posisi Xiaomi naik 11 tingkat dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan 11 tingkat ini didukung oleh nilai dagang Xiaomi yang meningkat 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Kini nilai dagang Xiaomi mencapai USD 24,8 miliar.

Ini merupakan ketiga kalinya Xiaomi masuk ke daftar 100 brand paling bernilai di dunia, berdasarkan riset Kantar BrandZ. Pencapaian ini dianggap merupakan bukti nyata upaya Xiaomi menciptakan produk dengan harga sebenarnya.

Dengan begitu, semua orang dapat menikmati kehidupan terbaik mereka melalui teknologi inovatif besutan Xiaomi. Perusahaan menyebut bahwa inovasi membuat Xiaomi kian berkembang.

Pada April lalu, komitmen inovasi Xiaomi juga diakui oleh Boston Consulting Group (BCG) yang memilih Xiaomi sebagai satu dari The Most Innovative Companies 2021. Capain tersebut merupakan keempat kalinya Xiaomi masuk ke daftar ini.

Tak Lepas dari Dukungan Mi Fans

CEO Xiaomi Lei Jun menunjukkan logo baru perusahaan (Foto: Xiaomi Indonesia).
CEO Xiaomi Lei Jun menunjukkan logo baru perusahaan (Foto: Xiaomi Indonesia).

Sementara itu, Kantar BrandZ menganggap, Xiaomi termasuk dalam lima besar kategori "Customer Technology Category of the Top 100 Most Valuable Global Brands." Xiaomi pun menyebut capaian ini tak lepas dari dukungan para Mi Fans di seluruh dunia.

Kantar BrandZ menggunakan teknik valuasi nilai brand terkemuka dan melakukan penelitian dari survei konsumen terluas di dunia. Salah satunya dengan wawancara hampir 4 juta konsumen, tentang 18.500 brand di 512 kategori yang tersebar di 51 pasar.

Kantar menggolongkan perusahaan yang termasuk di Top 100 Most Valuable Global Brands mencatat total peningkatan dengan nilai sebesar USD 2 triliun atau 42 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini memperlihatkan banyak perusahaan tetap berkembang meski ada disrupsi karena pandemi.

Logo Baru Xiaomi

Kenya Hara, desainer logo baru Xiaomi (Foto: Xiaomi Indonesia).
Kenya Hara, desainer logo baru Xiaomi (Foto: Xiaomi Indonesia).

Masih terkait Xiaomi, perusahaan belum lama ini mengubah desain logo barunya menjadi lebih dinamis. Dalam keterangannya, Xiaomi menyebut perubahan ini dilakukan guna memperkuat pijakan kaki Xiaomi di pasar premium dan meningkatkan daya tarik brand di mata audiens.

Dalam keterangannya yang diterima Liputan6.com, Kamis (15/4/2021), Xiaomi mengungkap desain ini pada 30 Maret 2021. Bagi yang belum tahu (termasuk Mi Fans), logo baru ini dirancang oleh Kenya Hara, desainer kelas dunia sekaligus Presiden Nippon Design Center (NDC).

Lewat tangannya, logo Xiaomi kini mengadopsi kontur lebih lembut dan bulat pada pojokannya. Semula logo tersebut berbentuk segi empat. Tipografi "Mi" pun dirancang ulang, membuat logo baru ini lebih segar ketika dipandang.

Xiaomi tetap mempertahankan warna oranye dengan tujuan untuk terus menyampaikan geliat hidup dan semangat muda Xiaomi. Warna hitam dan perak juga ditambahkan untuk mengakomodasi lini produk high-end. Dalam merancang logo baru Xiaomi, Hara memakai formula matematika 'super-ellipse'.

Di antara kemungkinan tanpa batas antara bentuk kotak dan lingkaran, Kenya menerapkan variable n=3 untuk mendapatkan keseimbangan sempurna serta melambangkan aspek inti dari "Hidup" dan menghasilkan logo baru Xiaomi.

Bukan hanya bentuk, Hara menawarkan filosofis "Hidup". Hal ini untuk menggambarkan produk inovatif Xiaomi yang memberi kenyamanan dan memungkinkan pengguna untuk hidup lebih baik sekaligus mengakomodasi perubahan di lingkungannya.

Konsep "Hidup" menerjamahkan filosofi yang dianut Xiaomi secara visual, yakni manusia yang hidup, teknologi diciptakan manusia, sehingga akhirnya teknologi melayani kebutuhan hidup.

(Tin/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel