Xiaomi Patenkan Smartphone Modular dengan Kamera Zoom Periskop

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Konsep sebuah smartphone modular atau bongkar pasang memang bukan sebuah hal yang baru. Sebelumnya, perusahaan teknologi seperti Google, Motorola, LG, dan Fairphone pun mencoba terjun ke pasar smartphone modular ini.

Kini, tampaknya Xiaomi ingin mencoba peruntungannya di pasar smartphone modular tersebut.

Hal ini terungkap lewat paten yang diajukan perusahaan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (United States Patent and Trademark Office, USPTO).

Menurut paten yang diungkap LetsGoDigital, Rabu (19/5/2021), Xiaomi menyematkan sebuah mekanisme di mana hanya bagian tertentu dari ponsel yang dapat dilepas atau digonta-ganti.

Sementara itu, komponen dasar ponsel, termasuk baterai, layar, dan logic board tetap terhubung menjadi satu, hanya modul kamera dan port bawah yang dapat dibongkar pasang.

Berdasarkan informasi paten, modul kamera di smartphone ini dapat diganti-ganti dengan berbagai macam bentuk dan fitur yang berbeda.

Dari gambar render yang ada, tampak modul kamera ini menampilkan bentuk frame kotak, persegi hingga menampilkan layar kedua--sangat cocok untuk mengambil selfie dengan kamera belakang.

Walau sudah mengajukan paten, bukan berarti Xiaomi akan memproduksi massal smartphone ini, mengingat mengingat bagaimana ponsel modular hingga kini belum diminati meskipun itu sebuah ide populer.

Apa Kabar Smartphone Modular Besutan Facebook?

Sejak November 2016, Facebook dikabarkan tengah mengembangkan perangkat modular berupa smartphone. Lalu, apa kabar proyek yang diam-diam dikembangkan ini?

Informasi terbaru mengungkap, Facebook baru saja menetapkan paten baru smartphone modularnya dan dipublikasikan belum lama ini.

Menurut yang dilansir Business Insider, Minggu (23/7/2017), paten tersebut mengungkap jenis smartphone modular yang diusung berupa "perangkat electromechanical".

Digawangi Mantan Karyawan Google

Tak cuma sekadar smartphone, perangkat itu bisa diutak-atik menjadi speaker, mikrofon, hingga GPS.

Menariknya, proyek pengembangan smartphone modular juga turut digawangi oleh para karyawan eks Google Project Ara. Mereka diketahui bertanggung jawab menetapkan paten smartphone tersebut.

Ada tiga karyawan eks Google Project Ara yang bergabung dengan Building 8, divisi Facebook yang bekerja untuk smartphone modularnya. Ketiganya dulu merupakan petinggi Google, yakni Rafa Camargo, Richard Wooldridge, dan Blaise Bertrand.

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel