Xiaomi Sudah Bisa Bernafas Lega

·Bacaan 1 menit

VIVA – Raksasa teknologi China Xiaomi mengumumkan bahwa Pengadilan Distrik Columbia di Amerika Serikat (AS) mengeluarkan perintah akhir bahwa Xiaomi bukan bagian dari 'Perusahaan Militer Komunis China' (Communist Chinese Military Company/CCMC).

Sebelumnya, Xiaomi dikategorikan sebagai CCMC oleh Departemen Pertahanan atau Pentagon. Dalam blog Xiaomi yang dikutip pada Kamis, 27 Mei 2021, Pengadilan Distrik Columbia secara resmi mencabut semua larangan yang menghalangi orang Amerika untuk membeli atau memiliki saham di perusahaan teknologi yang didirika oleh Lei Jun itu.

Baca: Raksasa teknologi Korea Selatan Bawa Kejutan ke Indonesia

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari pengguna global, mitra, karyawan, dan pemegang saham. Kami menegaskan kembali bahwa Xiaomi adalah korporasi yang terbuka, transparan, diperdagangkan secara publik, dioperasikan dan dikelola secara independen," demikian keterangan resmi Xiaomi di blog resminya.

Selanjutnya, Xiaomi akan terus menyediakan produk dan layanan elektronik konsumen yang andal kepada pengguna dan tanpa henti membuat produk luar biasa dengan harga sebenarnya agar semua orang di dunia menikmati kehidupan yang lebih baik melalui teknologi inovatif.

Akhir Januari 2021, Xiaomi menggugat Departemen Keamanan dan Keuangan AS, serta menentang daftar hitam yang mencegah investor AS tidak bisa berinvestasi di raksasa teknologi asal China tersebut, menurut sebuah laporan.

Gugatan muncul setelah pemerintah Amerika pada masa kepemimpinan Presiden Donald Trump menetapkan bahwa produsen ponsel pintar terbesar di China itu dituding berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (People's Liberation Army/PLA).

Xiaomi yang berbasis di Beijing menyebut daftar hitam tidak konstitusional. Mereka pun mencari keadilan atas kebijakan yang dibuat pada awal tahun ini, atau saat detik-detik terakhir Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS.