XL Axiata Uji Coba Teknologi 5G

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk menggelar uji coba Dynamic Spectrum Sharing (DDS), teknologi yang memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G.

Menurut Director and Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Dynamic Spectrum Sharing akan menentukan sendiri jumlah alokasi untuk 4G dan 5G tergantung pada jumlah pelanggan dan aplikasi yang masuk.

Baca: Malaysia Mau Caplok Operator Seluler Indonesia

Uji coba yang dilakukan pada spektrum yang sudah dimiliki XL Axiata, yaitu 1.800MHz dan 2.100MHz, juga telah memperhatikan sejumlah perangkat yang telah beredar di pasaran saat ini, seperti seri iPhone 12 maupun Samsung Galaxy S20.

Teknologi tersebut juga menggunakan peralatan atau infrastruktur yang sudah ada, mulai dari base band sampai dengan antena. "Kita melakukan trial ada tiga site di Depok yang kita lakukan Dynamic Spectrum Sharing bekerja sama dengan Ericsson," kata dia, melalui konferensi pers virtual, Rabu, 23 Desember 2020.

Uji coba yang dilakukan di area Depok, tepatnya UI Depok - Pondok Cina, RS Bunda Margonda, Kampus UI Relocation, tersebut berada pada tahap optimasi dan evaluasi performa. Capaian tersebut, menurut Gede, belum dioptimalisasi, misalnya dengan penambahan kapasitas dan penyesuaian performa.

"DDS adalah bagaimana kita melakukan sharing frekuensi yang sudah kita punya untuk teknologi yang ada, misalnya 1.800MHz dan 2.100MHz kita pakai 4G dan 5G. Sudah kita lakukan testing, dan hasilnya adalah kalau kita lihat dari sisi speed mencapai 176-180Mbps untuk yang 5G. Tapi dilihat dari latensinya bisa sampai 11ms," ungkapnya.

Secara umum, Gede mengatakan 5G akan memungkinkan semua operator untuk mengembangkan kapasitas jauh lebih besar dengan spektrum yang sama atau spektrum efisiensi. Tidak hanya itu, 5G juga akan membuat latensi sangat rendah, sehingga antara sumber data dan pelanggan yang memakainya akan jauh lebih dekat.

Demikian pula dengan koneksi, jika saat ini hanya 20 perangkat yang terhubung, maka nantinya 5G akan memungkinkan koneksi yang lebih besar, hingga mencapai 2.000 perangkat.

Teknologi 5G juga disebut Gede mengurangi power consumption, dengan penurunan hingga 90 persen dibandingkan saat ini. Dalam penggunaannya sehari-hari, layanan internet generasi kelima itu, juga akan menghadirkan pengalaman data yang lebih baik.