Xpander Tipe Ini Laku Bak Kacang Goreng

·Bacaan 1 menit

VIVA – Angka penjualan mobil di Indonesia sejak Maret tahun ini, mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu disebabkan adanya program relaksasi pajak barang mewah atau PPnBM dari pemerintah.

Salah satu model yang mendapatkan fasilitas pembebasan PPnBM itu, yakni Mitsubishi Xpander. Mobil keluarga berpenampilan gagah ini banyak diincar oleh konsumen, karena desain serta kenyamanan yang ditawarkan.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitisubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Irwan Kuncoro mengatakan bahwa saat ini pangsa pasar Xpander dan Xpander Cross yang masuk dalam kategori small multi purpose vehicle atau MPV, pada tahun ini mengalami peningkatan.

Market share Xpander dan Xpander Cross tahun ini sekitar 33 persen, meningkat dibandingkan tahun lalu yang angkanya hanya 25 persen,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 18 Agustus 2021.

Irwan menjelaskan, salah satu alasan mengapa pihaknya tetap bisa mencatat angka penjualan yang lebih tinggi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, yakni karena strategi yang diterapkan.

“Distribusi penjualan Mitsubishi, sekitar 60 persen itu di pulau Jawa. Sisanya itu di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan wilayah lain. PPKM di Jawa dan Bali paling ketat, sehingga pada saat itu kami lebih memaksimalkan di wilayah wilayah yang situasinya lebih baik,” tuturnya.

Selain memasarkan Xpander dan Xpander Cross tipe biasa, MMKSI juga menyediakan edisi khusus yang diberi tambahan perangkat audio Rockford Fosgate. Ternyata itu merupakan langkah yang tepat, karena angka penjualannya sesuai dengan target.

“Mulai optimal pemasarannya bulan Juli. Kami menargetkan sekitar 4.000 unit untuk penjualan selama empat bulan. Kalau kami lihat sekarang sampai Agustus, sudah terserap di pasar sekitar 2.000 unit,” ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel