Ya Ampun, Gaji Jenderal TNI Mulyono Waktu Pangkat Letnan Cuma 90 Ribu

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sosoknya yang sederhana dan dekat dengan prajurit, membuat Jenderal TNI (Purn.) Mulyono sangat dihormati. Meskipun berawal di keluarga yang kurang mampu, kerja keras pria asli Boyolali ini berbuah hasil dengan sederet posisi strategis yang pernah diembannya.

Dalam berita VIVA Militer Rabu 16 Februari 2021, dikisahkan pengakuan Mulyono bahwa ia memang lahir di keluarga yang tidak mampu. Hingga akhirnya, Mulyono memilih untuk masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) hingga lulus pada 1983.

Seperti yang diketahui, Mulyono pernah menduduki jabatan strategis seperti Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), hingga puncaknya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).

Namun demikian, jauh sebelum pria 60 tahun ini menjadi Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat, Mulyono memulai kariernya dengan menjadi Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 712/Wiratama, Kodam XIII/Merdeka.

Saat masih berpangkat Letnan Dua (Letda) TNI itu lah, Mulyono bertemu dengan gadis pujaan hati yang kelak menjadi istrinya, Rosita Ibrahim. Rosita adalah wanita kelahiran Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Mulyono menceritakan, saat pertama kali ia melihat Rosita, wanita itu masih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pertemuannya dengan Rosita disebut Mulyono saat ia melakukan tur perjalanan tugas di sejumlah wilayah termasuk di Minahasa Selatan.

"Ketemu sama ibu kan kebetulan waktu saya letnan pertama, saya ditugaskan di Kodam XIII/Merdeka, di Manado. Suatu saat pada tahun 1987, saya melakukan tur perjalanan tugas. Nah tiba-tiba ya itu, melihat sosok ibu itu," ujar Mulyono.

"Melihat sosok ibu yang dulunya ya mungkin masih SMA, tahun 1987. Hanya ketemu sama ibu, dan saya cuma membatin saja gitu dan sebagainya," katanya.

Mulyono yang begitu sangat mencintai Rosita, akhirnya meminang sang pujaan hati pada 1992. Sejak pertama kali bertemu, Mulyono mengaku bahwa ia tak pernah berpacaran selama lima tahun hingga akhirnya menikah.

Di sini lah momen testimoni Mulyono, yang merasa bahwa ia tidak mungkin mendapatkan jodoh di kampung halamannya. Sebab saat masih berpangkat Letda TNI, Mulyono mengakui hanya memiliki gaji bulanan sebesar 90 ribu Rupiah. Sementara, ongkos pulang ke Boyolali dipastikan takkan cukup.

"Ya, Alhamdulillah karena itu jodoh mungkin barang kali. Tahun 1987 saya kenal, saya nikah tahun 1992. Jadi, lima tahun saya enggak pernah pacaran, enggak pernah ini itu, tapi tiba-tiba ketemu jadi," ujar Mulyono melanjutkan.

"Ya kalau saya memang waktu itu kan Letnan Dua di Manado. Letnan Dua gajinya waktu itu 90 ribu. Kalau mau cari calon di Jawa mana bisa pulang kampung, enggak bisa. (Ongkos) kendaraannya berapa," katanya.

Hampir 30 tahun membina keluarga, Mulyono dan Rosita dikaruniai dua orang putri dan satu orang putra. Putra Mulyono, Army Patria Wirawan, diketahui tengah mengikuti jejak sang ayah menjadi perwira TNI. Saat ini, anak keduanya itu tengah menempuh pendidikan di Akademi Militer.