Yahoo Setop Layanan dan Angkat Kaki dari Tiongkok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Yahoo Inc. memutuskan untuk angkat kaki dan menghentikan layanan mereka di Tiongkok, dengan alasan lingkungan operasional yang semakin menantang.

"Sebagai pengakuan atas lingkungan bisnis dan hukum yang semakin menantang di Tiongkok rangkaian layanan Yahoo tidak akan lagi bisa diakses dari daratan utama Tiongkok mulai 1 November," tulis mereka.

Dilansir AP News, Rabu (3/11/2021), perusahaan teknologi Amerika Serikat ini mengatakan mereka "tetap berkomitmen pada hak-hak pengguna kami dan internet yang bebas dan terbuka."

Mengutip The Guardian, beberapa produk yang terdampak keputusan ini adalah Aol.com dan outlet berita seperti TechCrunch.

Dilaporkan Wall Street Journal, pengguna aplikasi seperti Yahoo Weather juga diberitahu pada bulan Oktober lalu tentang informasi bahwa Yahoo akan menghentikan layanannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Yahoo Menyusul LinkedIn

Ilustrasi Yahoo
Ilustrasi Yahoo

Yahoo menjadi perusahaan teknologi luar Tiongkok yang paling baru cabut dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Google sudah tidak lagi beroperasi di sana. Sementara beberapa bulan lalu, Microsoft memutuskan menutup layanan LinkedIn di Tiongkok, dan akan menggantikannya dengan layanan pencari kerja biasa.

Dengan kekosongan perusahaan asal luar Tiongkok, pemerintah Tiongkok menciptakan layanan alternatif mereka dengan raksasa digitalnya sendiri.

Mesin pencari Baidu sebagian besar sudah menggantikan Yahoo dan Google di Tiongkok. Sementara WeChat dan Weibo menjadi platform media sosial terkemuka di sana.

Hengkangnya Yahoo bertepatan dengan penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Tiongkok, yang membatasi informasi apa yang bisa dikumpulkan perusahaan, serta menetapkan standar bagaimana informasi harus disimpan.

Beberapa Layanan Yahoo Sudah Tutup Sejak Lama

Pengguna internet di China (AFP)
Pengguna internet di China (AFP)

UU Tiongkok juga menetapkan perusahaan yang beroperasi di sana harus menyerahkan data apabila diminta oleh pihak berwenang.

Hal ini mempersulit perusahaan asing untuk beroperasi di Tiongkok, pasalnya mereka mungkin juga menghadapi tekanan dalam negeri karena menyerah pada tuntutan Tiongkok.

Pada 2007, Yahoo pernah dikritik oleh anggota parlemen AS karena menyerahkan data tentang dua pembelot Tiongkok ke Beijing, yang akhirnya membuat mereka dipenjara.

Selain itu, di awal 2010-an, Yahoo telah menghentikan layanan musik dan email-nya. Mereka juga menutup kantornya di Beijing pada 2015.

Tiongkok sudah memblokir beberapa situs media sosial dan dan platform internasional seperti Facebook dan Google. Namun, beberapa pengguna mengakalinya dengan menggunakan VPN.

Infografis Tiongkok Blokir Aplikasi Populer

Infografis Tiongkok Blokir Aplikasi Populer
Infografis Tiongkok Blokir Aplikasi Populer
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel