Yahya Cholil Staquf Unggul Dalam Putaran Pertama Pemilihan Ketum PBNU

·Bacaan 1 menit
Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf saat disumpah menjadi anggota Wantimpres RI di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5). Yahya Cholil diangkat menjadi anggota Wantimpres untuk menggantikan almarhum KH Hasyim Muzadi yang wafat. (liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pemilihan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih berlangsung hingga pagi ini, Jumat, (24/12/2021).

Pada putaran pertama, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya unggul pada penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU setelah berhasil mengumpulkan 327 suara.

Sementara Said Aqil Siroj, menempati posisi kedua dengan perolehan 205 suara.

Di tempat ketiga, As'ad Said Ali mengantongi 17 suara, Marzuqi Mustamar 2 suara, Ramadhan Buayo 1 suara, abstain 1 suara, dan 1 suara batal sehingga hanya 552 suara atau berkurang 6 suara dari total 558 muktamirin yang menggunakan hak suara.

Berdasarkan ketentuan AD/ART PBNU, maka yang dinyatakan lolos sebagai calon ketua umum hanya dua kandidat, yakni Gus Yahya dan Said Aqil karena mengumpulkan lebih dari 99 suara.

Masih Dihitung

Sebelumnya, sebanyak 558 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) menggunakan hak suara dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU.

Seperti dikutip dari Antara, metode yang dipakai adalah setiap pemilik suara menuliskan nama kandidat bakal calon ketua umum pada selembar kertas.

Setelah dilakukan pemungutan, nantinya akan dihitung perolehan suara dan dilanjutkan penetapan calon Ketua Umum PBNU.

Hingga saat ini pemilihan ketua umum PBNU masih dilaksanakan pemilihan suara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel