Yamaha Indonesia Akrabkan Pembalapnya dengan Moge

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) akan membiasakan dan mendidik para pembalap asuhannya dengan motor besar (moge). Selain bertujuan menghasilkan pembalap kelas dunia, termasuk MotoGP, juga dimaksudkan agar pembalap Indonesia menjadi terbiasa dan lebih mengenal dan memahami karakter moge, termasuk pengenalan teknologi motor besar.

Salah satu contoh yang diambil Yamaha adalah mengakrabkan para pembalap muda dengan Yamaha R6. Pengenalan karakter moge di arena balap telah menjadi bagian dari kurikulum Yamaha Racing Academy (YRA) yang telah disempurnakan, dan ini menjadi bagian dari penjenjangan prestasi yang dimulai dari level nasional hingga ke tingkat dunia.

"Jadi nantinya mereka akan sangat terbiasa dengan motor-motor besar, tidak hanya sebatas balap underbone (bebek-red). Kami mau pembalap Yamaha asal Indonesia punya prestasi bagus di tingkat dunia, bahkan MotoGp," ujar Ari Wibisono, Manager Motorsport Yamaha di sela-sela sesi latihan para pembalap pada seri terakhir Yamaha Cup Race (YRA) di Malang, Jawa Timur, Jumat (9/11).

Menurut Ari, pembalap didikan YRA diajari cara untuk mengubah gaya balap ke level yang lebih tinggi, mengenal karakter motor dan sirkuit, sehingga akan memudahkan pembalap untuk cepat beradaptasi terhadap motor maupun sirkuit. Seperti melatih pembalap-pembalap muda di sirkuit Sentul dengan Yamaha R6 maupun dalam eksibisi pengenalan moge di Kenjeran Surabaya.

"Selama ini anak-anak (pembalap Indonesia) bisanya hanya hapalan, menghapal sirkuit, ini salah. Jadi kami tingkatkan skill mereka, kami ajari mereka bagaimana mengenal sirkuit, bagaimana cara belok, putar gas dan sebagainya. Dan setiap tahun kami selalu menyempurnakan dan memperbaiki kurikulum YRA," ujar pria asli Malang ini.

"Yamaha bertekad membawa pembalap Indonesia ke pentas dunia, dan di tahun 2014 kami akan coba bawa pembalap Indonesia ke ajang MotoGP," tambah Ari.

YCR

Sementara itu, tahun ini Yamaha menggelar 14 seri YCR di Makassar, Purwokerto, Medan, Padang, Kediri, Bali, Lombok, Lampung, Bangka, Jambi, Bengkulu, Cirebon, Jakarta dan Malang. Hal ini bertujuan untuk memberikan sarana bagi pembalap-pembalap muda Yamaha di daerah untuk mengembangkan prestasinya bersama Yamaha menuju jenjang internasional.

Ari menambahkan, dari hasil grand final ini akan disaring 10 pembalap masing-masing seeded 5 pembalap dan 5 pemula untuk diberangkatkan ke ajang Yamaha Asean Cup Race awal tahun depan di Thailand.

Dengan slogan 'Peduli Prestasi Bangsa', Yamaha akan terus memfasilitasi minat dan bakat para pembalap di ajang YCR untuk bisa berprestasi membawa harum nama bangsa. "Selain itu kita juga punya program Yamaha Riding Academy untuk memantapkan skill mereka dengan kurikulum yang terpadu," jelas Ari.

Berbagai prestasi telah ditorehkan para pembalap lulusan Yamaha Cup Race seperti Petrus Canisius yang menjadi juara lima kali berturut-turut tahun 1993 - 1997, lalu Ahmad Jayadi juara tujuh kali berturut-turut dari tahun 1995 - 2001, di mana keduanya berkesempatan mendapat wild card bertanding di ajang World GP (MotoGP) tahun 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul.

Selanjutnya Doni Tata dengan talentanya berhasil menembus GP 125 dan GP 250 dilanjutkan dengan rangkaian seluruh seri World Supersport 600 cc. "Ini tentunya adalah hasil dari sebuah kompetisi Yamaha Cup Race yang dirancang memiliki program berjenjang menuju kelas balap motor yang lebih tinggi," tutup Ari. (kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.