Yamaha Respons Positif Sanksi FIM

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Berdasarkan hasil investigasi, pabrikan asal Jepang tersebut ditengarai melakukan pelanggaran selama akhir pekan MotoGP Spanyol di Jerez. Yamaha sebagai konstruktor pun terpaksa kehilangan 50 poin. Sedangkan, tim Petronas Yamaha SRT dikurangi 37 poin dan Monster Energy Yamaha MotoGP 20 poin.

Dalam balapan yang digelar 19 Juli 2020, Yamaha diduga menggunakan mesin ilegal. Mereka melakukan perubahan teknis meski belum mendapat persetujuan dengan suara bulat dari MSMA (Asosiasi Pabrikan).

Menyadari kesalahannya, pihak pabrikan garpu tala itu merilis pernyataan bahwa mereka tidak akan melakukan upaya banding agar hukuman dibatalkan.

Baca Juga:

FP1 MotoGP Eropa: Miller Ungguli Morbidelli, Quartararo Terbawah

“Menyusul pernyataan FIM tentang sanksi akibat tidak menghormati protokol yang membutuhkan kesepakatan penuh dari MSMA ketika menggunakan katup-katup dari dua pabrikan berbeda di mesin Monster Energy Yamaha MotoGP dan Petronas Yamaha Sepang Racing Team pada musim 2020, Yamaha Motor Co., Ltd. menetapkan posisinya,” demikian bunyi pengumuman konstruktor tersebut.

“Yamaha Motor Co., Ltd. mengakui, menghormati, dan menerima keputusan FIM tentang kesalahan prosedur. Tidak ada pengajuan banding untuk sanksi FIM.

“Karena pengawasan internal dan pemahaman yang kurang tepat soal regulasi saat ini, Yamaha tidak memberitahu kepada dan mendapat persetujuan dari MSMA untuk penggunaan katup dari dua pabrikan.”

Baca Juga:

Debut MotoGP, Gerloff Gantikan Rossi pada FP1-FP2

Kendati demikian, Yamaha memberi penjelasan terkait permasalahan yang menimpanya. Mereka menegaskan tidak ada niat curang, itu semata hanya keputusan teknis.

“Yamaha ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada niat jahat memakai katup dari dua pemasok berbeda yang diproduksi berdasar satu spesifikasi desain yang umum.

“Seiring dengan hukuman yang dijatuhkan FIM pada Kamis, 5 November, Yamaha tetap berkomitmen mendukung para pembalapnya di MotoGP dan dua tim dalam pencarian gelar mereka. Ini akan membutuhkan upaya luar biasa agar bisa berkompetisi untuk trofi Konstruktor MotoGP 2020 dan Kejuaraan Dunia Pembalap,” mereka menutup pernyataan itu.