Yang baru dari wabah virus China

Lebih dari 4.500 kasus penyakit pernapasan akibat virus baru telah dikonfirmasi sejak wabah mulai muncul bulan lalu di kota Wuhan di China.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi penyakit itu sebagai virus corona jenis baru. Virus corona masuk keluarga besar virus yang beberapa di antaranya menjadi penyebab flu biasa. Yang lainnya berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah, seperti SARS dan MERS, meskipun sejauh ini virus baru ini sepertinya tidak mematikan atau menular.

Gejala-gejala virus baru ini meliputi demam, batuk dan sesak napas.

APA YANG BARU:

- Virus ini telah membunuh lebih dari 100 orang. China telah menutup akses ke Wuhan dan 16 kota lain di provinsi Hubei guna mencegah orang menyebarkan virus ini sehingga membuat terjebak lebih dari 50 juta orang.

- Amerika Serikat adalah di antara beberapa negara yang mengangkut keluar warganya dari Wuhan. Pemimpin Hong Kong mengatakan akan menutup semua jalur kereta api ke China daratan dan mengurangi separuh jumlah penerbangan.

- Para pejabat kesehatan AS mengambil langkah memperluas pemeriksaan terhadap wisatawan mancanagara dengan tanda-tanda terkena virus ini, tetapi mereka menekankan risiko bagi warga Amerika tetap sangat rendah.

- Virus ini menjadi ancaman terhadap perekonomian dunia yang rapuh. China yang merupakan perekonomian terbesar kedua di dunia, melambat bahkan sebelum virus itu menyerang. Virus ini dibandingkan dengan wabah SARS yang menghantam ekonomi China dan Hong Kong pada 2003. Hari ini, China mengambil porsi lebih besar dalam perekonomian dunia: 16% dari output global saat ini, dibandingkan dengan 4% pada 2003, kata Bank Dunia.