Yang Janggal dari Operator Liga 1 dan PSSI

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kinerja PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sedang dalam sorotan. Sebab, mereka tidak mampu memberi kepastian soal masa depan Liga 1. Dalam rapat virtual antara klub dengan operator kompetisi, Jumat 15 Januari 2021, kembali tidak ada keputusan yang dihasilkan.

PT LIB cuma mendengarkan masukan dari klub-klub saja. Mayoritas telah meminta untuk membuat musim yang baru. Sehingga rencana lanjutan Liga 1 2020 pada Februari 2021 seperti yang digagas PT LIB dan PSSI untuk dihapuskan saja.

PT LIB tidak bisa memberi kepastian saat rapat virtual tersebut. Mereka meminta waktu untuk membawa masukan ini kepada PSSI dan baru diputuskan. Beberapa klub kecewa dengan sikap tersebut, karena mereka butuh kepastian.

Mantan Ketua Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla berkomentar mengenai hal ini. Menurut dia sikap PT LIB dan PSSI sangat janggal. Mereka bBolak-balik memanggil klub, padahal kewenangan untuk menentukan masa depan kompetisi ada pada mereka.

"Itu PSSI dan LIB kenapa harus bolak-balik panggil klub apa kegunaannya. Kan mereka yang harus bertanggung jawab soal jalannya kompetisi," kata Andi Darussalam kepada VIVA, Sabtu 16 Januari 2021.

Andi Darussalam menilai sejatinya PT LIB dan PSSI tidak punya persiapan mengenai hal ini. Sampai perihal izin keramaian dari Kepolisian saja tidak bisa didapatkan. Padahal kebutuhan untuk menjalankan Liga 1 masih banyak lagi.

"Mereka tidak punya persiapan, cuma bicara minta izin. Harusnya mereka siapkan saja semuanya, baru bicara ke klub," tuturnya.

Yang kemudian menambah kejanggalan bagi Andi Darussalam adalah kesan dari PT LIB yang menunggu klub meminta rencana lanjutan Liga 1 2020 dihentikan. Dia merasakan hal tersebut setelah melihat wawancara Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno bersama tvOne.

"LIB dan PSSI mereka mencoba untuk tidak menjalankan kompetisi ini dengan alasan klub yang meminta. Memang ada apa? Apakah ada keterpaksaan karena sudah mengambil dana awal dari sponsor atau tidak. Kita kan tidak tahu, semuanya tidak transparan," kata Andi Darussalam.

"Ini lucu, kompetisi berhenti kemudian statement dari PT LIB oleh saudara Sudjarno, seolah ini klub yang meminta dihentikan. Kenapa klub yang meminta? Kenapa bukan Anda yang bertanggung jawab. Mungkin mereka dapat tekanan dari sponsor," imbuhnya.

Kecurigaan itu tak muncul begitu saja. Sebab, sejak awal adalah PSSI yang ngotot untuk melanjutkan Liga 1 2020 yang baru berlagsung tiga pekan. Padahal di awal pandemi COVID-19, FIFA sempat menyarankan opsi penghentian total bagi negara yang kompetisi baru di awal musim.

"Semua itu FIFA serahkan, kalau bisa lanjutkan ya lanjutkan. Kalau tidak berhenti. Yang saya tahu PSSI cuma kerjakan Piala Dunia U-20, tidak ada kerjaan lain yang digarap," ujarnya.

Klub-klub Liga 1 pun tak luput dari kritik Andi Darussalam. Dia melihat tidak ada keberanian dari mereka untuk mengoreksi kinerja PT LIB. Padahal yang pada petinggi operator kompetisi itu dipilih dengan harapan bisa membuat semuanya berjalan dengan lancar.

"Klub Tidak punya keberanian melakukan koreksi. Harusnya mereka berani koreksi kepada Liga kan digaji," kata pria yang kini sudah menginjak usia 70 tahun tersebut.