Yang Terpenting bagi Bali United, Sepakbola Indonesia Hadir Lagi

Riki Ilham Rafles, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Langkah Bali United di Piala Menpora terhenti di babak perempat final. Mereka kalah dari PSS Sleman dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin 12 April 2021.

Tim berjuluk Serdadu Tridatu kalah melalui drama adu penalti dengan skor 2-4. Dua pemain mereka gagal menuntaskan tugasnya dengan maksimal.

Bermain imbang sepanjang 90 menit, sejatinya Bali United unggul dalam penguasaan bola ketimbang PSS. Tapi mereka tidak bisa memecah kebuntuan.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, menilai PSS dan Bali United tidak banyak menciptakan peluang di babak pertama. Bahkan, kedua tim sama-sama bermain lebih bertahan.

Masuk babak kedua, Bali United sempat tampil mendominasi. Namun, petaka datang pada menit ke-69.

Bek mereka, Andhika Wijaya diusir wasit karena melanggar pemain PSS, Saddam Ghaffar. Bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan membuat Bali United tak bisa maksimal.

"Babak kedua Bali dominan, kita main bagus. Tapi ketika kena kartu merah lebih susah, kita masih bisa bertahan bagus, PSS tidak punya peluang cetak gol tapi di penalti mereka lebih bagus dari kita,"k ata pelatih yang akrab disapa Teco ini.

Kendati begitu, Teco mengambil sisi positif setelah tersingkir dari Piala Menpora. Dia berharap pemain tidak larut dalam kekecewaan dan mulai fokus menatap kompetesi musim 2021.

Yang terpenting baginya psikologis para pemain mulai membaik. Setelah satu tahun sepakbola Indonesia vakum akibat pandemi COVID-19.

"Kita setelah satu tahun tidak main bola kita senang bola Indonesia balik lagi. Saya pikir Piala Menpora sudah bagus buat balik semua tim, bisa lihat yang kurang dan bagus saya pikir bagus buat kita ke depan," tuturnya.