Yasonna Ingatkan ASN Kemenkumham Jangan Hanya Kejar sertifikat

Raden Jihad Akbar, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengingatkan jajaran nya, agar program peningkatan sumber daya manusia di lingkup kementerian nya harus bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan, agar setiap ASN yang mengikuti program pendidikan dan latihan tidak sekadar menghabiskan anggaran atau mengejar sertifikat.

"Jangan sampai banyak pendidikan dan pelatihan yang dilakukan namun tidak memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas masyarakat Indonesia. Harus riil, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan," kata Yasonna, Selasa, 16 Februari 2021.

Pernyataan tersebut juga disampaikan Yasonna saat meresmikan kantor Balai Pendidikan dan Latihan Hukum dan HAM (Badiklatkumham) Jawa Tengah di Semarang.

Baca juga: Jokowi Wanti-wanti Sri Mulyani INA Jangan Sampai Seperti 1MDB

Kendati saat ini metode pembelajaran banyak dilakukan tanpa tatap muka berkat perkembangan teknologi, Yasonna menyebut, pembangunan gedung Badiklatkumham seperti di Jawa Tengah ini tetap dibutuhkan.

Karena tidak bisa dipungkiri metode konvensional tetap sangat dibutuhkan. Untuk itu, kehadiran gedung Badiklatkumham Jawa Tengah adalah solusi tepat menjawab kebutuhan itu.

“Saya harap, dengan gedung baru ini, kualitas serta kuantitas pendidikan dan pelatihan di wilayah kerja Badiklatkumham Jawa Tengah semakin meningkat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yasonna juga meresmikan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Semarang dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Boyolali.

"Pembangunan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Semarang membuktikan bahwa Rupbasan bukanlah anak tiri," kata Yasonna.

Menurut Yasonna, Rupbasan memegang peran yang sangat penting dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM. Secara khusus terkait penyelamatan aset hasil tindak pidana dalam penyelenggaraan penyimpanan, pengelolaan, penyelamatan, serta pengamanan benda sitaan dan barang rampasan negara.

Adapun Rutan Kelas II B Boyolali berdiri di areal seluas 11 ribu meter persegi yang merupakan hibah dari pemerintah Kabupaten Boyolali. Rutan ini diharapkan bisa mengurangi masalah over crowded sehingga program pembinaan WBP bisa berjalan lebih baik.