Yasonna Laoly: Istri Saya Telah Berjuang, Kami Ikhlas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly mengungkapkan ikhlas dengan meninggalnya sang istri Elisye W. Ketaren. Menteri asal Sorkam, Tapanuli Tengah, ini juga menyebut perempuan yang dinikahinya setelah lulus kuliah tersebut telah berjuang sekuat tenaga melawan penyakit kanker yang diderita selama beberapa waktu terakhir.

Hal itu disampaikan Yasonna saat memberi sambutan dalam acara pemakaman Elisye di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 12 Juni 2021.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian yang sungguh besar untuk mengurus pemakaman Elisye W. Ketaren, ibu dari anak-anak kami, nenek dari cucu-cucu kami, dan istri saya tercinta. Seandainya ada kesalahan yang dilakukan istri saya, atas nama keluarga saya minta dimaafkan," ujar Yasonna.

"Kami sekeluarga ikhlas. Bahwa 51 hari dia berjuang di rumah sakit, bahkan terhitung sejak bulan Desember tanggal 20, dia melawan sakitnya. Malamnya (sehari sebelum meninggal dunia.) dia mengerang kesakitan. Saya katakan Berjuanglah,” kata Yasonna.

Yasonna lebih jauh menuturkan bahwa di tengah perjuangan melawan sakitnya, sang istri meminta agar dirawat di rumah demi bisa bertemu dengan cucu-cucunya.

"Sebenarnya, dia selalu minta pulang. ‘Dua jam saja bawa saya pulang, dua jam saja. Mana cucu saya, bawa saya pulang, mana cucu saya’,” kata Yasonna menirukan perkataan mendiang istrinya itu.

"Saya telah meminta Kepala Biro Umum Kemenkumham untuk menyiapkan peralatan medis karena dia terus memaksa untuk saya bawa pulang. Ternyata, itu adalah pulang ke rumah Bapa di surga," ujar menteri berusia 68 tahun menambahkan.

Sebagaimana diketahui, almarhum istri Yasonna Laoly meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta Selatan, pada Kamis (10 Juni 2021) sekitar pukul 15.25 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RS Gatot Subroto untuk kemudian dimakamkan di pemakaman Sandiego Hills, Karawang.

Selama menikah dengan Yasonna Laoly, Elisye W. Ketaren dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Novrida Lisa Isabella Laoly, Francisca Putri Askari Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly, dan Jonathan Romy Laoly.

Adapun Yamitema menyebut mendiang sang ibu sebagai wanita hebat yang berperan besar mendukung segala langkah dan pekerjaan Yasonna. Hal itu disampaikan Tema dalam acara ibadah penghiburan di Graha Pengayoman Kemenkumham selepas acara pemakaman.

"Sering saya dengar bhwa di balik pria hebat ada wanita hebat. Itu saya amini dengan ibu saya. Mengingat saat saya kecil, ibu bekerja terus. Mulai dari bekerja di salon, membantu Bapak menjadi loper koran, pernah bekerja sebagai buruh pabrik, memasukkan kerupuk ke dalam plastik, lalu bekerja sebagai kasir," katanya.

"Dengan segala pengalaman, ajaran hidup, saya selalu belajar dari Ibu. Saya selalu ingat, apapun itu, enggak ada yang berubah, sama saja, sampai Bapak terpilih jadi anggota DPRD, DPR, hingga Menteri, dia hidup sederhana dan tetap rajin menabung. Itulah yang diajarkan kepada saya. Saya ingat, bahwasanya tidak boleh kita merasa besar diri. Harus tetap ingat asal kita dari mana, kita bukan siapa-siapa dulunya," ujar Tema.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel