Yasuhiro Daikoku Mengundurkan Diri dari Direktur BTPN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyampaikan informasi mengenai pengunduran diri salah satu direktur perseroan yaitu Yasuhiro Daikoku pada Jumat, 19 Maret 2021.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (20/3/2021), BTPN telah menerima surat pengunduran diri Yasuhiro Daikoku dari jabatannya sebagai direktur perseroan pada 19 Maret 2021.

“Untuk memenuhi ketentuan pasal 14 ayat 10 anggaran dasar perseroan, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk memutuskan permohonan pengunduran diri tersebut,” dikutip dari keterbukaan informasi BEI yang diteken Sekretaris Perusahaan BTPN, Eneng Yulie Andriani.

Perseroan juga menyampaikan tidak ada dampak kejadian, informasi dan fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten dan perusahaan publik.

Mengutip laman BTPN, Yasuhiro Daikoku menjabat sebagai direktur efektif pada 1 Februari 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Ia memulai karier pada 1992 di The Sumitomo Bank Ltd, cabang Mita, Jepang. Sejak itu, ia telah dipercayakan dengan berbagai tanggung jawab di beberapa departemen dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President di Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Jepang. Ia meraih gelar Bachelor of Law dari Keio University, Jepang.

Gerak Saham BTPN pada 19 Maret 2021

Nasabah mengamati layanan digital Banking BTPN bernama Jenius di Jakarta, Jumat (26/1). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perbankan semakin gencar mengembangkan layanan berbasis digital. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Nasabah mengamati layanan digital Banking BTPN bernama Jenius di Jakarta, Jumat (26/1). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perbankan semakin gencar mengembangkan layanan berbasis digital. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Jumat 19 Maret 2021, saham BTPN stagnan di posisi Rp 2.920 per saham. Saham BTPN naik 10 poin ke posisi Rp 2.930 per saham. Saham BTPN sempat berada di level tertinggi 2.930 dan terendah 2.900 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 32 kali dengan nilai transaksi Rp 74,2 juta.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini