Yayasan Dharma Bhakti Astra ajak milenial optimalkan bisnis pertanian

M Razi Rahman
·Bacaan 2 menit

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak generasi muda atau kalangan milenial untuk mengoptimalkan peluang bisnis di sektor pertanian Indonesia.

"Begitu banyak peluang bisnis yang dapat dioptimalkan di sektor ini, terlebih kemajuan teknologi mendukung generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian yang modern," ujar Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Sigit, sektor pertanian juga menjadi sektor yang mendukung perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia.

Sektor pertanian menjadi sektor yang belum menarik dan diminati oleh generasi muda untuk dikembangkan. Tidak sedikit anak muda berpikir bahwa menjadi petani atau terjun dalam bisnis pertanian adalah sesuatu yang tidak keren dan berpenghasilan rendah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20 – 39 tahun hanya 8 persen atau setara dengan 2,7 juta orang.

Untuk menambah wawasan dalam pengembangan usaha pertanian yang menjanjiakan serta memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terlibat menjadi petani atau pebisnis di sektor pertanian pada Selasa (6/4), Yayasan Dharma Bhakti Astra menyelenggarakan kegiatan webinar pertanian modern dengan tema “Saatnya Anak Muda Jadi Pebisnis Pertanian”.
Baca juga: Yayasan Dharma Bhakti Astra siap fasilitasi, bantu pembiayaan UMKM

Webinar menghadirkan dua narasumber, yaitu Pemilik Mitra Tani Parahyangan yakni Sandi Octa Susila dan Head of Sourcing Sayurbox, Vincent A. Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi berbagi pengalamannya terjun menjadi petani sekaligus pebisnis pertanian sejak tahun 2015. Kini, di usia 29 tahun, berkat niat kuat Sandi untuk fokus di sektor ini, kini Sandi berhasil mendirikan Mitra Tani Parahyangan sebagai supplier produk pertanian untuk 25 customer dan ber-partner dengan 385 petani serta mengelola sekitar 120 hektar lahan untuk menghasilkan produk pertanian.

Sedangkan, Vincent mewakili Sayurbox sebuah platfom digital dalam memasarkan produk pertanian yang saat ini telah memiliki brand ternama di Indonesia, menceritakan bagaimana Sayurbox berinovasi melalui platform digitalnya berdasarkan kebutuhan customer hingga akhirnya Sayurbox diterima dan dikenal masyarakat di Indonesia.

Ketua YDBA Sigit P. Kumala mengutarakan harapannya agar dengan adanya sharing dari Sandy dan Vincent tersebut, dapat memberikan inspirasi kepada lebih dari 300 generasi muda yang hadir dalam webinar agar mereka turut terlibat dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia, baik menjadi petani atau pebisnis di sektor tersebut.

Baca juga: Yayasan Dharma Bhakti Astra daftarkan Cangkul Merah Putih ke LKPP